Ilmuwan Temukan Dua Gunung Raksasa Tersembunyi di Bawah Permukaan Bumi

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Para ilmuwan mengungkap adanya dua gunung raksasa yang tersembunyi sekitar 2.000 kilometer di bawah permukaan bumi, jauh lebih dalam dibanding jarak para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Penelitian terhadap proyeksi inti bumi menunjukkan bahwa inti tersebut bergerak dinamis, bukan seperti bola pingpong bercahaya seperti yang selama ini diperkirakan.

Analisis gelombang seismik mengungkap struktur besar yang menjulang ke mantel bawah dengan ketinggian melebihi Gunung Everest, yang tingginya hampir 9 kilometer. Gunung bawah tanah ini bahkan lebih tinggi dari Olympus Mons di Mars yang memiliki ketinggian sekitar 22 kilometer.

Satu gunung besar terletak di bawah benua Afrika, sementara satunya lagi berada di bawah Samudera Pasifik. Gunung di Samudera Pasifik membentang hingga sekitar 3.000 kilometer, hampir selebar diameter bulan.

Meski sering disebut gunung, secara teknis kedua struktur ini merupakan large low-velocity provinces (LLVPs), area di mantel bumi yang memperlambat gelombang seismik. Kedua LLVP tersebut berukuran sebesar benua dan berada di bawah mantel bumi.

Profesor Arwen Deuss dari Universitas Utrecht, Belanda, menyatakan bahwa belum diketahui apakah LLVP ini merupakan fenomena sementara atau telah ada selama jutaan hingga miliaran tahun, seperti dikutip dari BBC Science Focus.

Struktur besar bawah tanah ini dinamai Tuzo dan Jason, diambil dari nama dua ahli geologi, Tuzo Wilson dan W Jason Morgan.

Kedua gunung bawah tanah ini dikelilingi oleh sisa-sisa lempeng bumi yang bergesekan akibat proses subduksi. Lempeng-lempeng ini terkikis dan jatuh ke dalam mantel, membentuk apa yang disebut sebagai kuburan lempeng di sekitar kedua struktur besar tersebut.

Penemuan dan Metode

Penemuan ini diumumkan pada tahun 2024, yang mengungkapkan keberadaan lapisan yang pernah menjadi dasar lautan dan kini berada di bawah mantel bumi. Lapisan ini diperkirakan mulai tenggelam sekitar 250 juta tahun lalu, saat dinosaurus pertama muncul dan semua benua tergabung dalam satu daratan raksasa.

Pada November 2024, Thomas Schouten dari ETH Zurich Geological Institute di Swiss melakukan penelitian lanjutan dengan teknologi pencitraan seismograf beresolusi tinggi. Ia menemukan aktivitas subduksi lempeng tektonik di lokasi yang sebelumnya tidak pernah tercatat mengalami aktivitas tersebut, tepatnya di bawah wilayah barat Samudera Pasifik.

Thomas Schouten menjelaskan, "Dengan alat seismograf yang baru, memiliki resolusi tinggi, kita selalu dapat melihat macam-macam hal yang abnormal. Namun, kita tidak tahu pasti apa itu (seperti lempengan subduksi yang terlihat lebih jauh dari mantel bumi)."

Penemuan ini menegaskan bahwa struktur bumi yang kita pijak sehari-hari masih menyimpan banyak misteri besar yang belum terpecahkan hingga ke bagian terdalamnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed