IHSG Menguat 28 Poin Ditopang Meredanya Ekspektasi Suku Bunga Fed
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 28 poin atau 0,47 persen ke level 6.067 pada perdagangan sesi I, Rabu (15/7/2026). Performa positif ini ditopang oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed serta kepastian pemerintah Indonesia untuk tidak menaikkan tarif pajak, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Pilarmas Investindo Sekuritas melaporkan bahwa pergerakan hijau IHSG ini sejalan dengan tren mayoritas bursa saham di Asia. Kondisi tersebut terjadi setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan angka lebih rendah daripada proyeksi pasar sebelumnya.
"Tingkat inflasi tahunan AS turun menjadi 3,5% pada Juni dari 4,2% pada Mei, lebih rendah dari ekspektasi 3,8%. Kondisi ini meredam ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (15/7/2026).
Meskipun demikian, pergerakan pasar ke depan dinilai masih akan terus memperhatikan langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral AS. Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian geopolitik global yang dinilai masih cukup tinggi.
“Fokus pemerintah memperluas basis pajak melalui peningkatan kepatuhan dan digitalisasi dinilai lebih mendukung pertumbuhan ekonomi dibandingkan menaikkan tarif pajak,” jelas Pilarmas.
Pada penutupan transaksi sesi pertama, sejumlah saham seperti INAI, LION, PRDL, AGAR, dan ALKA mencatatkan kenaikan tertinggi. Di sisi lain, pelemahan terdalam dialami oleh saham SOSS, SKBM, KKES, COCO, dan JELI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow