IHSG Melonjak 100 Poin ke Level 6.401 Perdagangan 14 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pekan ini dengan lonjakan signifikan sebesar 100,12 poin atau 1,59 persen ke posisi 6.401,8 pada penutupan Jumat (14/8/2026). Dikutip dari Investor Daily, pergerakan positif ini ditopang oleh penguatan seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia.
Total nilai transaksi bursa mencapai Rp 12,4 triliun pada perdagangan hari ini. Tercatat sebanyak 354 saham mengalami kenaikan harga, 277 saham terkoreksi, dan 332 saham lainnya bertahan stagnan hingga akhir sesi.
Penguatan pasar modal dipimpin oleh sektor kesehatan yang melesat 3,09 persen. Sektor properti mengikuti di posisi berikutnya dengan kenaikan 2,9 persen, serta sektor energi yang terangkat 2,6 persen.
Sektor pendukung lainnya turut menguat, seperti infrastruktur sebesar 1,6 persen, barang konsumen non-primer 1,17 persen, barang konsumen primer 1,14 persen, dan transportasi 1,14 persen. Sektor barang baku mencatatkan kenaikan 1,11 persen, disusul keuangan 0,68 persen, teknologi 0,6 persen, dan perindustrian 0,34 persen.
Berdasarkan analisis Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan indeks dipengaruhi respons pelaku pasar terhadap dinamika domestik dan global. Dari dalam negeri, investor mencermati arah kebijakan pemerintah terkait Nota Keuangan dan RAPBN 2027.
Pasar juga menantikan kepastian alokasi anggaran sejumlah program prioritas, termasuk program makan bergizi gratis serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kepastian ini menjadi perhatian utama para pelaku modal.
Faktor eksternal turut memberi dorongan positif melalui rilis data inflasi produsen Amerika Serikat. Data PPI final demand bulanan tercatat tidak berubah dari periode sebelumnya, sementara secara tahunan melandai dari 5,5 persen menjadi 4,7 persen.
Kondisi inflasi konsumen AS yang melambat semakin memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral AS, The Fed, berpeluang mempertahankan suku bunga utama pada pertemuan September. Probabilitas penahanan suku bunga tersebut mencapai 65,2 persen berdasar data CME FedWatch.
Daftar Saham Buntung dan Untung
Beberapa saham yang masuk ke dalam indeks LQ45 mencatatkan penguatan tajam. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) melesat 7,01 persen, sementara PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menguat 6,46 persen.
Sejumlah saham menduduki jajaran top gainers setelah harganya melonjak 20 hingga 25 persen. Kenaikan tertinggi dicatatkan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang melesat 25 persen ke level Rp 300 dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang naik 25 persen menjadi Rp 1.200.
Penguatan signifikan juga diraih PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) sebesar 24,9 persen ke harga Rp 1.605, PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) terangkat 22,1 persen menjadi Rp 464, serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 20 persen menuju Rp 14.400.
Di sisi lain, terdapat saham yang tertekan cukup dalam. PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) terkoreksi 14,8 persen ke posisi Rp 390, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) merosot 14,7 persen menjadi Rp 232, dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) turun 9,7 persen ke level Rp 195.
Penurunan harga juga dialami PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) yang melemah 8,7 persen ke Rp 166, serta PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang tergerus 8,6 persen ke posisi Rp 466.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow