IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.091 akibat Sentimen Global dan Domestik

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Rabu (29/7/2026) di zona merah. Dikutip dari Investor Daily, indeks terkoreksi sebesar 39,2 poin atau 0,64 persen menuju posisi 6.091,3.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp 22,8 triliun. Pergerakan saham menunjukkan sebanyak 494 saham melemah, 186 saham menguat, dan 285 saham bergerak stagnan.

Penurunan indeks dipicu oleh kombinasi tekanan dari faktor eksternal maupun internal. Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan bahwa dari ranah global, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran di Selat Hormuz kembali memanas sehingga memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dunia.

Selain isu geopolitik, para pelaku pasar global juga bersikap hati-hati menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral AS. Proyeksi pasar menunjukkan peluang sebesar 67,9 persen bahwa The Fed bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tersedot oleh kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) secara mendadak. Isu ini mendapatkan sorotan langsung dari lembaga pemeringkat kredit internasional seperti Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings.

Tekanan terbesar dialami oleh sektor properti yang merosot 2,75 persen dan sektor perindustrian yang turun 2,67 persen. Pelemahan juga meluas ke sektor transportasi sebesar 1,7 persen, infrastruktur 1,48 persen, energi 1,26 persen, serta keuangan 0,45 persen.

Meski IHSG tertekan, beberapa sektor mampu bertahan di zona hijau. Sektor teknologi memimpin penguatan sebesar 0,18 persen, disusul barang konsumen primer naik 0,11 persen dan sektor kesehatan menguat 0,08 persen.

Beberapa saham unggulan dalam indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menanjak 2,29 persen dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melonjak 2,8 persen.

Kenaikan signifikan juga dicatatkan oleh sejumlah saham yang menjadi top gainers hari ini. Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) melesat 34,4 persen menjadi Rp 121, sementara PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) melambung 21,6 persen ke posisi Rp 348.

Saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) menguat 13,1 persen ke Rp 172, PT Esta Indonesia Tbk (NEST) terangkat 12,9 persen ke Rp 700, dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 12,7 persen menjadi Rp 665.

Sebaliknya, tekanan jual melanda saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) yang anjlok 14,9 persen ke Rp 740. Penurunan tajam juga dialami PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) yang terkikis 14,8 persen menjadi Rp 10.450.

Saham PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) merosot 14,8 persen ke posisi Rp 276, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) tergerus 14,7 persen ke Rp 191, serta PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang melemah 14,6 persen menjadi Rp 169.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow