IHSG Diprediksi Menguat Terbatas pada Perdagangan Senin

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal bergerak menguat terbatas pada perdagangan Senin (10/8/2026), dengan rentang support dan resistance di level 6.320 hingga 6.600. Laju indeks saham domestik ini dipengaruhi oleh dinamika data tenaga kerja Amerika Serikat serta penyesuaian target program pemerintah.

Sebelumnya, IHSG mengakhiri sesi perdagangan pada Jumat (7/8/2026) dengan naik 65,9 poin atau 1,04% menuju level 6.409. Penguatan ini dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melonjak 2,17%, sedangkan sektor barang konsumen non-primer mencatat penurunan terdalam sebesar 0,69%, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.320–6.600," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya, Senin (10/8/2026).

Dari ranah eksternal, indikator ketenagakerjaan AS memperlihatkan ketidakpastian setelah Change in Nonfarm Payrolls merosot dari 20.000 menjadi 23.000, dan Change in Manufacture Payrolls terdesak dari 11.000 ke 5.000, meski Private Payrolls bertahan di 30.000. Kendati angka pengangguran melandai dari 4,2% ke 4,1%, kondisi tersebut dinilai dipicu oleh berkurangnya angkatan kerja sebanyak 264.000 orang dan penurunan partisipasi tenaga kerja di sektor pemerintahan daerah.

"Alasan utama penurunan ini kami perkirakan disebabkan oleh adanya penurunan di sektor pendidikan pemerintah daerah. Selain itu, pengurangan stimulus pemerintah juga menjadi salah satu yang harus diperhatikan," tulis Pilarmas.

Di Asia, deflasi dari sisi produsen China mencatatkan penurunan PPI YoY dari 4,1% menjadi 3,5% serta penurunan CPI YoY dari 1% menjadi 0,5%. Kondisi ini dipicu oleh lesunya konsumsi domestik yang memicu kesenjangan margin antara sektor hulu dan hilir.

"Kami berharap banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaan yang baru untuk dapat mengimbangi antara supply and demand ketenagakerjaan," ujar Pilarmas.

Sementara itu, kawasan Timur Tengah masih diwarnai dinamika negosiasi Selat Hormuz antara Iran dan Oman, di tengah berlanjutnya sanksi serta pembekuan aset oleh AS. Dari dalam negeri, Badan Gizi Nasional (BGN) mengoreksi sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 82 juta menjadi 63 juta penerima dengan alokasi anggaran Rp268 triliun akibat ditemukannya 6 juta data ganda.

"Kami menilai penurunan target penerima MBG menjadi sekitar 63 juta orang menunjukkan pemerintah mulai memperketat akurasi data dan kesiapan infrastruktur sebelum program diperluas lebih jauh. Langkah ini positif karena dapat mengurangi risiko penerima ganda dan memastikan anggaran tersalurkan lebih tepat sasaran," tulis Pilarmas.

Atas pergerakan pasar saat ini, Pilarmas merekomendasikan saham PWON, PGEO, dan NCKL untuk perdagangan harian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed