Harga Emas Terkoreksi Ke Level US$ 4.315 per Ons 14 Agustus 2026
Aksi realisasi keuntungan oleh para pelaku pasar memicu penurunan harga emas pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Seperti dilansir dari Investor Daily, tekanan ini terjadi setelah reli sebelumnya terdorong data inflasi Amerika Serikat yang memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga acuan.
Emas spot tercatat mengalami penurunan sebesar 0,81 persen ke posisi US$ 4.315,39 per ons troi. Penurunan juga melanda kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember 2026 yang terperosok 1,13 persen ke level US$ 4.370,07 per ons troi.
Pergerakan ini membalikkan tren positif pada sesi sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (13/8/2026), harga sempat melonjak hingga menyentuh titik tertinggi sejak 5 Juni sebelum akhirnya berbalik melemah 1,3 persen dan menghapus seluruh keuntungan mingguan.
Laporan indeks harga produsen (PPI) AS periode Juli yang tercatat stagnan menjadi pemicu utama tekanan. Kondisi ini memperkuat perkiraan bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September mendatang, melanjutkan tren dari rilis indeks harga konsumen (CPI) sehari sebelumnya yang menunjukkan inflasi moderat.
Meskipun lingkungan suku bunga rendah umumnya menguntungkan emas karena menekan biaya peluang memegang aset non-imbal hasil, dinamika internal The Fed masih memicu ketidakpastian. Presiden The Fed Bank of Cleveland Beth Hammack menegaskan pandangannya agar bank sentral segera menaikkan suku bunga guna menekan laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Penopang dari Bank Sentral dan Geopolitik
Di tengah pelemahan harga, akumulasi emas oleh bank sentral tetap menjadi penahan koreksi yang lebih dalam. Berdasarkan berkas laporan kepada SEC AS, Bank of Korea tercatat menguasai 679.765 saham SPDR Gold Trust dengan nilai berkisar US$ 250,4 juta pada akhir Juni, yang merupakan keterbukaan investasi emas pertamanya sejak 2013.
Selain itu, eskalasi tensi geopolitik global ikut menjaga daya tarik komoditas ini sebagai aset aman. Langkah Washington yang mengancam pemblokiran jalur laut Iran tanpa batas waktu serta mandeknya negosiasi gencatan senjata turut memberikan sentimen penopang bagi pergerakan harga.
Kondisi Pasar Logam Lainnya
Koreksi harga juga membayangi komoditas logam mulia lainnya pada sesi perdagangan yang sama. Perak spot mengalami penurunan sebesar 0,7 persen menjadi US$ 64 per ons, sementara platinum terkikis 0,35 persen ke level US$ 1.712,69 per ons. Berbeda dari tren pasar, paladium mencatatkan kenaikan tipis 0,25 persen menuju posisi US$ 1.311,7 per ons.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow