Harga Emas Spot Naik 0,54 Persen 17 Agustus 2026
Penguatan mewarnai pergerakan harga emas pada perdagangan awal Asia, dilansir dari Investor Daily. Tertekannya indeks dolar AS dan melandainya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang menjadi pemicu utama kenaikan ini. Emas spot mencatatkan lonjakan 0,54 persen ke level US$ 4.403,51 per ons troi.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS pengiriman Desember naik 0,5 persen menuju US$ 4.459,61 per ons troi. Penurunan indeks dolar AS sebesar 0,1 persen berdampak langsung pada daya tarik logam mulia. Kondisi ini membuat komoditas berbasis dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed melunak usai rilis data tenaga kerja AS. Sektor nonfarm payrolls Juli mengalami penurunan yang tidak terduga, didukung angka inflasi konsumen pekan lalu yang menunjukkan tekanan relatif terkendali.
Proyeksi pasar kini menunjukkan pergeseran signifikan. Data CME FedWatch Tool mencatat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September tersisa 33 persen, menyusut dari posisi 47 persen pada bulan sebelumnya. Aset tanpa imbal hasil seperti emas umumnya diuntungkan oleh lingkungan suku bunga rendah. Penurunan suku bunga memperkecil biaya peluang memegang logam mulia dibanding instrumen berimbal hasil lainnya.
Pelaku pasar keuangan global kini fokus menantikan rilis risalah rapat The Fed. Dokumen yang dijadwalkan terbit Rabu mendatang tersebut dicermati untuk memetakan arah kebijakan moneter bank sentral AS dalam beberapa bulan ke depan. Pernyataan dovish diprediksi memperkuat posisi emas lewat penurunan yield obligasi dan pelemahan dolar AS. Sebaliknya, nada hawkish berpotensi menekan kembali harga logam mulia.
Di luar faktor moneter, eskalasi geopolitik ikut mewarnai pergerakan pasar. Utusan Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan dengan mediator Mesir, Qatar, dan Turki di Kairo untuk mengupayakan rencana perdamaian Gaza. Sektor fisik di Asia menunjukkan dinamika beragam.
Diskon harga emas di India meluas ke titik tertinggi dalam dua bulan terakhir akibat lesunya konsumsi pasar domestik, sedangkan aktivitas pembelian di China masih terbatas. Tren positif juga melanda komoditas logam mulia lainnya. Perak spot melesat 1,64 persen ke level US$ 65,78 per ons, platinum menguat 1,76 persen menjadi US$ 1.749,15 per ons, dan palladium naik 0,75 persen ke posisi US$ 1.318 per ons.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow