Harga Emas Melonjak Tembus US$ 4.400 per Ons Troi di Tengah Antisipasi Data Inflasi AS
Harga emas melonjak dan menembus level US$ 4.400 per ons troi pada perdagangan Rabu pagi, dipicu oleh antisipasi pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis.
Harga emas hari ini naik 0,79% menjadi US$ 4.402,6 per ons troi, sementara kontrak emas berjangka untuk pengiriman Desember menguat 0,43% ke US$ 4.460,51 per ons troi.
Pada perdagangan Selasa, harga emas sempat menyentuh US$ 4.434,84 per ons troi, level tertinggi sejak 5 Juni 2026, namun kemudian menghadapi resistance teknikal di sekitar rata-rata pergerakan 100 hari.
Penguatan emas juga didukung oleh pembelian emas oleh China dan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Bank sentral China mencatat peningkatan cadangan emas terbesar sejak Oktober 2023.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga minyak, yang menimbulkan kekhawatiran akan tekanan inflasi dan memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed.
Jika data inflasi AS lebih rendah dari perkiraan, emas berpotensi terus menguat karena ekspektasi kenaikan suku bunga berkurang. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dapat menekan harga emas akibat prediksi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Di pasar logam mulia lain, harga perak naik 0,48% menjadi US$ 65,02 per ons, platinum menguat 0,43% ke US$ 1.749 per ons, sementara palladium turun 0,1% ke US$ 1.369,02 per ons.
Regulator pasar di India mengusulkan perluasan aturan pengelolaan bullion fisik untuk memperketat pengawasan pasar bullion digital. CME Group juga akan membuka perdagangan kontrak futures perak 100 ons selama 24 jam mulai September mendatang.
Berita ini dilansir dari Investor Daily.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow