Harga CPO Mayoritas Menguat Menjelang Data Produksi Malaysia
Harga kontrak crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mayoritas menguat pada perdagangan Rabu (5/8/2026) didorong oleh kenaikan harga minyak kedelai di pasar global dan aksi beli pada harga murah, menurut dilansir dari Investor Daily. Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus 2026 turun 32 ringgit Malaysia menjadi 4.519 ringgit per ton, sedangkan kontrak September turun 6 ringgit menjadi 4.646 ringgit per ton. Di sisi lain, kontrak Oktober hingga Januari 2027 mengalami kenaikan harga, dengan kontrak Januari naik 23 ringgit menjadi 4.817 ringgit per ton. Sentimen positif juga muncul dari perkiraan kenaikan ekspor minyak sawit Malaysia pada Juli, yang diperkirakan meningkat sekitar 15% menjadi 1,38 juta ton.
Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varga, mengatakan pelaku pasar kini fokus pada estimasi produksi minyak sawit Malaysia periode Juli yang akan dirilis Malaysian Palm Oil Association (MPOA), sebelum laporan resmi Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 10 Agustus.
"Perkiraan produksi CPO Malaysia pada Juli diperkirakan naik 6% hingga 10% dibanding bulan sebelumnya," ujar Sathia Varga. Produksi di wilayah Sabah dan Sarawak diperkirakan naik 1% hingga 5%, sementara Semenanjung Malaysia diperkirakan mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 10% hingga 14% secara bulanan.
Menurut Sathia, prospek peningkatan produksi ini akan menjadi faktor penentu arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek, terutama setelah data resmi MPOB dirilis pekan depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow