Hamas Sepakat Dilucuti Pasukan Israel Tolak Tarik Diri Dari Gaza

Smallest Font
Largest Font

Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyetujui kerangka kesepakatan pelucutan senjata bertahap yang difasilitasi lembaga Board of Peace besutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di tengah penolakan pemerintah Israel untuk menarik pasukannya dari Jalur Gaza.

Kesepakatan yang diumumkan pada akhir Juli 2026 tersebut mengatur pembongkaran infrastruktur militer berskala besar miliknya secara bertahap, termasuk penutupan terowongan dan penonaktifan senjata berat di bawah pengawasan otoritas Palestina yang baru.

Implementasi poin-poin kesepakatan persenjataan tersebut bergantung penuh pada kepatuhan Israel untuk menghentikan seluruh operasi militer serta menarik seluruh tentaranya hingga ke batas Garis Kuning sesuai perjanjian gencatan senjata.

"Kesepakatan ini adalah satu paket," kata Ghazi Hamad, Pejabat Senior Hamas.

Pihak Hamas menegaskan bahwa penyerahan senjata tidak akan dilakukan kepada militer Israel maupun pihak asing, melainkan hanya ditempatkan di bawah pengawasan badan pemerintahan sipil Palestina pascakonflik.

"Kami tidak akan memulai langkah apa pun terkait persenjataan sebelum Israel melaksanakan komitmennya. Terus terang, jika Israel tidak melaksanakannya, kami juga tidak akan melanjutkan proses ini," kata Ghazi Hamad, Pejabat Senior Hamas.

Sebaliknya, pemerintah Israel menunjukkan penolakan terhadap syarat penarikan pasukan secara permanen dari wilayah enklave tersebut sebelum seluruh senjata kelompok perlawanan diserahkan secara fisik.

"Penilaian kami adalah bahwa jika kami melakukan penarikan pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti, mereka akan dengan cepat kembali memperluas kehadirannya di seluruh Gaza ... dan berupaya melancarkan serangan lain seperti 7 Oktober," kata Doron Spielman, Juru Bicaranya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pihak militer Israel menegaskan tidak akan menerima definisi lain terkait proses de-eskalasi di lapangan selain penyerahan senjata secara total.

"Pelucutan senjata berarti menyerahkan senjata secara fisik. Tidak ada definisi lain selain itu," kata Doron Spielman, Juru Bicaranya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sikap keras tersebut didukung oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang menolak rencana penarikan pasukan dari Gaza, sementara serangan udara Israel terus berlanjut dan menewaskan belasan warga sipil di Gaza.

"Eskalasi yang disengaja oleh penjahat perang Netanyahu untuk mengganggu kesepahaman yang tercapai dengan mediator, termasuk pemerintah AS, untuk merampungkan implementasi kesepakatan gencatan senjata," kata Hamas, Kelompok Perlawanan Palestina.

Di tengah kebuntuan negosiasi, mediator internasional dari Mesir, Amerika Serikat, Qatar, dan Turki dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan di Kairo untuk membahas pelaksanaan tahap kedua dari kerangka perjanjian perdamaian tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed