Gelombang Protes Lumpuhkan Tripoli Akibat Krisis Listrik Ekstrem
Gelombang protes dan aksi pembangkangan sipil melanda ibu kota Libya, Tripoli, pada Senin (27/7/2026) akibat pemadaman listrik massal hingga 14 jam di tengah gelombang panas ekstrem. Warga memblokade jalan utama dan menyegel kantor pemerintahan untuk menuntut pertanggungjawaban atas krisis layanan publik.
Massa dari Gerakan Souq Al-Jumaa menyatakan bahwa target aksi penutupan fasilitas publik ini bukan sekadar mengganggu aktivitas harian masyarakat.
"melumpuhkan pemerintah sepenuhnya," kata Gerakan Souq Al-Jumaa dalam pernyataannya.
Kelompok tersebut juga menuntut pembubaran seluruh lembaga politik di Libya serta pertanggungjawaban atas dugaan korupsi. Otoritas pemantau cuaca mencatat suhu udara di wilayah barat Libya, termasuk Kota Aziziya, sempat menyentuh 50 derajat Celsius yang memicu lonjakan beban jaringan listrik nasional.
Kantor berita LANA melaporkan demonstran membakar ban dan memasang penghalang di depan Kementerian Luar Negeri, kantor media negara, hingga badan audit. Di tengah aksi tersebut, para pengunjuk rasa menyuarakan kemarahan mereka terhadap tata kelola anggaran negara.
"Rakyat menginginkan keadilan yang menghukum mereka yang menghamburkan uang rakyat," teriak massa.
Masyarakat menilai pemerintah gagal menjaga stabilitas pasokan energi setelah sempat menunjukkan perbaikan signifikan pada periode 2023 hingga 2025.
"Uang rakyat adalah amanah di tangan kalian," teriak massa.
Krisis ini memperparah penderitaan warga yang sebelumnya telah ditekan oleh inflasi tinggi, kelangkaan bahan bakar, keterbatasan likuiditas, dan dualisme pemerintahan yang berkepanjangan.
"Listrik? Ke mana miliaran itu pergi?" teriak massa.
Dilansir dari Al Jazeera, Pemerintah Persatuan Nasional yang dipimpin Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibah belum memberikan tanggapan resmi terkait eskalasi protes ini. Sementara itu, seorang pejabat senior Perusahaan Listrik Umum Libya menjelaskan bahwa jaringan nasional kehilangan kapasitas daya sebesar 1.350 megawatt sejak pertengahan Juli akibat kendala teknis dan pasokan gas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow