FairSquare Desak FIFA Larang Gianni Infantino Mencalonkan Diri Lagi
Organisasi FairSquare mengirimkan surat resmi kepada FIFA pada 13 Agustus lalu untuk mendesak pimpinan induk sepak bola dunia tersebut mencegah Gianni Infantino mencalonkan diri kembali sebagai presiden untuk periode keempat, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
FairSquare menilai Infantino telah menyelesaikan tiga masa jabatan sesuai aturan maksimal anggaran dasar organisasi.
"Kami menulis surat ini untuk meminta agar Anda memutuskan bahwa Bapak Infantino tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri kembali sebagai Presiden FIFA dengan alasan bahwa beliau sedang menjalani masa jabatan ketiganya yang juga merupakan masa jabatan terakhirnya. Keputusan sebelumnya dari Komite Tata Kelola, Audit, dan Kepatuhan untuk tidak memperhitungkan masa jabatan pertamanya jelas melanggar bunyi dan maksud ketentuan anggaran dasar FIFA mengenai batasan masa jabatan presiden," sembur FairSquare.
Perselisihan ini bermula ketika Dewan FIFA pada 2022 memutuskan masa jabatan pertama Infantino (2016-2019) tidak dihitung penuh karena hanya meneruskan kepemimpinan Sepp Blatter pasca Kongres Luar Biasa FIFA.
"Baik Anggaran Dasar FIFA maupun Peraturan Tata Kelola FIFA tidak mengatur ketentuan apa pun yang menyatakan bahwa masa jabatan presiden dapat dikecualikan hanya karena tidak berlangsung selama periode maksimum empat tahun," jelas FairSquare.
Penafsiran pengecualian tersebut mulanya direkomendasikan Komite Reformasi FIFA 2016, di mana Infantino sempat menjadi wakil UEFA, guna mencegah praktik korupsi dan meningkatkan transparansi.
"Anggaran Dasar secara eksplisit menyatakan bahwa 'tidak seorang pun boleh menjabat sebagai Presiden lebih dari tiga masa jabatan' tanpa membuat perbedaan apa pun terkait masa jabatan tersebut. Bunyi aturan tersebut jelas dan tidak mengatur pengecualian apa pun berdasarkan sifat masa jabatan yang lengkap atau tidak lengkap, atau sehubungan dengan jenis Kongres, Biasa atau Luar Biasa, tempat pemilihan tersebut berlangsung," jelas FairSquare.
Lembaga tersebut juga menyoroti potensi pelanggaran kewenangan yang dilakukan kepemimpinan saat ini demi mempertahankan kursi kekuasaan.
"Mengingat berbagai penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Bapak Infantino dan kegagalan Dewan FIFA untuk meminta pertanggungjawaban darinya, skenario semacam itu sangat mungkin terjadi," tulis surat tersebut.
Langkah Infantino maju kembali memicu gelombang protes setelah proposal penjualan saham Piala Dunia miliknya ditolak. Sejumlah konfederasi besar seperti UEFA, AFC, dan CONCACAF secara terbuka mendesak Infantino mundur dari jabatannya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow