Gus Yusuf Raih Dukungan PBNU Jelang Muktamar Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 22 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah resmi mendeklarasikan dukungan kepada Kiai Haji Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf untuk maju sebagai calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dukungan tersebut disampaikan melalui maklumat bersama di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo, Magelang, Sabtu malam (18/7/2026), menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 27 Agustus 2026.

Langkah ini sejalan dengan menguatnya aspirasi pembaruan di internal organisasi yang mencakup perbaikan tata kelola, penguatan ekonomi warga, serta peningkatan mutu pendidikan pesantren di abad kedua Nahdlatul Ulama.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, mengungkapkan bahwa dorongan untuk melakukan pembaruan kepengurusan PBNU saat ini sangat kuat dari berbagai tokoh daerah.

"Kita kita tunggu muktamar. Tapi saya sudah ketemu semua tokoh. Semua ingin perbaikan dari kegagalan kepemimpinan yang ada, maka mutlak pembaruan," kata Muhaimin Iskandar saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).

Muhaimin menjelaskan bahwa dirinya terus menyuarakan aspirasi tersebut atas permintaan banyak pihak yang merasa tidak memiliki wadah atau ruang lain untuk menyampaikan kritik internal.

"Saya sebagai kader diminta menyuarakan ini dari banyak pihak ya, karena tidak ada ruang untuk menyampaikan," kata Muhaimin Iskandar.

Meski gencar mendorong pergantian pengurus, Muhaimin menegaskan bahwa PKB secara kelembagaan tidak akan melakukan intervensi dan menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan kepada pihak internal PBNU.

"Kesempatannya ada di saya, maka saya terus menyampaikan suara keinginan perubahan dan perbaikan PBNU melalui pergantian pengurus baru yang benar-benar di luar pengurus hari ini," imbuh Muhaimin Iskandar.

Menurut dia, figur potensial yang siap memimpin organisasi ke depan tersebar di berbagai wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.

"Kalau dari sosoknya sudah ada. Banyak sekali tokoh-tokoh yang siap dan sanggup. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, berbagai provinsi siap. Yang penting segera perubahan," katanya.

Ia menekankan kembali posisi partainya yang membatasi diri hanya sebagai pendukung dari luar lingkaran struktural.

"Kita enggak boleh ikut-ikut, kita hanya support dari di luar saja. Silakan mereka internal PBNU," kata Muhaimin Iskandar.

Sementara itu, menanggapi mandat dari pengurus cabang di Jawa Tengah, Gus Yusuf menyatakan kesiapannya untuk maju memimpin PBNU dengan fokus utama pembenahan manajemen organisasi yang transparan.

"Ketika nanti kami mendapatkan amanah maka yang pertama adalah tata kelola organisasi yang harus diperbaiki agar menjadi tata kelola yang betul-betul terbuka, tata kelola yang akuntabel, dan transparan. Kita berharap muktamar besok betul-betul menjadi muktamar yang solutif, muktamar yang menyelesaikan segala konflik untuk bersatu kembali membangun Nahdlatul Ulama di abad yang kedua ini agar semakin maju dan berkembang itu saja." kata K.H. Muhammad Yusuf Chudlori dilansir dari Metro TV, Minggu (19/7/2026).

Dukungan moral bagi pengasuh pesantren tersebut didasarkan pada rekam jejak kepemimpinannya yang dinilai akomodatif serta berhasil memadukan kurikulum salaf dan modern.

Perwakilan PCNU wilayah Jawa Tengah, Kiai Haji Furqon Mashuri, menilai karakter Gus Yusuf sangat dibutuhkan organisasi saat ini untuk melakukan rekonsiliasi dan menjalankan program layanan umat secara riil.

"Kenapa kita memilih Gus Yusuf, yang pertama beliau adalah figur yang santun. Kedua, figur yang mampu merangkul karena kebutuhan hari ini kita butuh NU rekonsiliasi. Apa yang dilakukan oleh beliau yang pertama membangun rumah sakit, membikin pondok pesantren salaf maupun pondok pesantren yang modern, dua pondok pesantren yang sesungguhnya banyak dalam banyak pondok bertentangan tapi di sini mampu untuk disatukan.

Itu figur Gus Yusuf. Yang keempat, beliau adalah figur yang sudah sangat berpengalaman dalam organisasi. Kita meyakini dan optimis di bawah kepemimpinan Gus Yusuf, NU akan semakin bermartabat." ucap K.H.

Furqon Mashuri.

Pertemuan di Magelang tersebut turut dihadiri oleh jajaran kiai sepuh serta jaringan alumni pesantren besar seperti Himpunan Alumni Santri Lirboyo dan Ittihadul Mutakhorrijin Al Falah Ploso.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed