Destry Damayanti Calon Tunggal Gubernur BI, Kebijakan Independen Jadi Ujian

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Arnoldus Kristianus 10 Aug 2026 | 15:02 WIB

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah resmi memasukan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal ini dinilai menjadi sinyal positif dari sisi keberlanjutan dan kredibilitas kebijakan bank sentral. Namun, BI juga harus konsisten bersikap independen dalam menjalankan kebijakan.

Chief Economist Bank Danamon Irman Faiz mengatakan ujian pertama yang dihadapi BI bukan pada kemampuan teknis, tetapi pada independensi kebijakan. Pelaku pasar akan melihat apakah keputusan BI di bawah kepemimpinannya tetap berbasis pada data dan mandat menjaga stabilitas rupiah, atau muncul persepsi bahwa kebijakan moneter menjadi terlalu akomodatif terhadap kebutuhan pertumbuhan atau fiskal pemerintah. Dalam kondisi sekarang, persepsi sama pentingnya dengan kebijakan itu sendiri.

“Oleh karena itu, keputusan-keputusan awal beliau dan komunikasi kepada pasar akan sangat menentukan. Sinergi dengan pemerintah tentu penting, tetapi sinergi tidak boleh diterjemahkan sebagai hilangnya independensi BI,” tutur Irman saat dihubungi pada Senin (10/8/2026).

Destry yang sebelumnya sebagai Deputi Gubernur Senior BI kini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI sejak 27 Juli 2026. Destry menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI karena alasan pribadi sejak 25 Juli 2026.

Irman memandang Destry memiliki kombinasi pengalaman yang lengkap yaitu pernah menjadi ekonom di sektor keuangan, anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan yang terpenting sudah sekitar tujuh tahun berada di jajaran Dewan Gubernur BI sebagai Deputi Gubernur Senior. Pasalnya, Gubernur BI bukan hanya harus memahami teori moneter, tetapi juga membaca pasar, menjaga komunikasi kebijakan, serta mengambil keputusan dengan cepat ketika terjadi tekanan.

Dengan banyaknya tantangan yang ada, stabilitas rupiah menjadi tantangan paling mendesak, meskipun tentu tidak bisa dipisahkan dari inflasi dan pertumbuhan. Inflasi domestik masih relatif terkendali, sementara tekanan terbesar justru datang dari eksternal yaitu suku bunga global yang tinggi, dolar AS yang kuat, ketidakpastian geopolitik, serta kebutuhan menjaga daya tarik aset rupiah. Rupiah merupakan jalur transmisi ke inflasi.

Kalau pelemahan terlalu dalam dan persisten, imported inflation meningkat dan pada akhirnya ruang BI untuk menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan juga menjadi lebih sempit.

“Oleh karena itu, apabila tekanan rupiah kembali meningkat secara fundamental dan persisten, BI tidak boleh ragu mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkannya apabila diperlukan,” tegas Irman.

Irman tidak menampik bahwa dalam upaya menetapkan suku bunga acuan ada kompromi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi biaya ekonomi dari kehilangan kredibilitas dan terjadinya pelemahan rupiah yang tidak terkendali bisa jauh lebih besar.

Kuncinya, adalah membedakan volatilitas temporer dengan tekanan fundamental. BI tidak perlu merespon setiap pelemahan rupiah dengan kenaikan suku bunga, tetapi jika tekanan mulai mengubah ekspektasi inflasi, mendorong keluarnya modal asing (capital outflow) secara persisten, atau mengganggu stabilitas makro, maka stabilitas harus menjadi prioritas.

Meneropong Arah Kebijakan Suku Bunga BI

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Surpres Gubernur BI Destry Damayanti Resmi Diserahkan ke DPR

Istana: Belum Ada Surpres Pergantian Kapolri dan Gubernur BI

Prabowo Dilaporkan Sudah Pegang Nama Calon Gubernur BI, Siapa Dia?

International 13 menit yang lalu Iran Ajukan Syarat ke AS untuk Buka Kembali Selat Hormuz Iran meminta kompensasi, pencabutan sanksi, dan penghentian ancaman militer sebelum membuka kembali Selat Hormuz.

Market 30 menit yang lalu APLN Gandeng Hankyu Hanshin Kembangkan Bukit Podomoro Jakarta PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memperkuat kemitraan dengan Hankyu Hanshin melalui pengembangan proyek properti Bukit Podomoro Jakarta.

Business 32 menit yang lalu 10X Run Jadi Strategi Amartha Dekatkan Publik dengan UMKM Perempuan Amartha menjadikan ajang lari sebagai titik temu komunitas urban dengan ekosistem jutaan UMKM perempuan yang dilayani perusahaan.

Finance 43 menit yang lalu JRMC 2026 Soroti Ketahanan Perbankan Hadapi AI hingga Ancaman Siber JRMC 2026 yang digelar BSMR membahas bagaiman industri perbankan bersiap menghadapi era AI, bullion banking, hingga ancaman siber.

National 46 menit yang lalu Survei IPO Ungkap Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Menteri Bahlil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia masuk dalam jajaran menteri yang mendapat penilaian positif dari masyarakat.

Tag Terpopuler

Terpopuler

“Dalam konteks itu, kami melihat ruang kebijakan suku bunga saat ini masih cenderung ke arah higher for longer. Menurut saya, dengan inflasi yang masih relatif terkendali tetapi tekanan eksternal tinggi, ruang pelonggaran moneter saat ini relatif terbatas,” tutur Irman.

Irman berpesan agar nahkoda baru bank sentral harus menjalankan kebijakan secara kredibel, independen, dan mampu mengambil keputusan secara tegas. Indonesia membutuhkan Gubernur BI yang mampu menjaga independensi institusi, berani mengambil keputusan yang mungkin tidak selalu populer dalam jangka pendek, tetapi diperlukan untuk menjaga stabilitas jangka panjang.

“Tantangannya sekarang adalah membuktikan kepada pasar bahwa di tengah transisi kepemimpinan, fungsi reaksi BI tidak berubah dimana keputusan tetap berbasis data, forward-looking, dan menempatkan stabilitas rupiah serta inflasi sebagai jangkar utama kebijakan,” kata Irman.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed