Darma Henwa Tingkatkan Target Harga Saham Setelah Internalisasi Armada

Smallest Font
Largest Font

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terus meningkatkan target harga sahamnya setelah mencatat hasil positif dari strategi internalisasi armada yang mulai efektif pada kuartal I-2026, demikian dilansir dari Investor Daily. Volume pengupasan lapisan penutup tambang naik 9% menjadi 38 juta bcm secara tahunan, dengan porsi pekerjaan internal meningkat dari 62% menjadi 77% pada kuartal I-2026. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) DEWA naik 16% menjadi Rp 442 miliar, sementara margin EBITDA meningkat menjadi 28,5% dari 24,1%, menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan. Erindra menjelaskan bahwa percepatan pengambilalihan sisa kapasitas Bengalon sebesar 26 juta bcm dari sub-kontraktor mulai Mei 2026 akan mendorong margin yang lebih baik mulai kuartal III-2026, dengan manfaat penuh diperkirakan pada 2027.

"Perkembangan tersebut mendukung proyeksi margin EBITDA DEWA sebesar 28,5% pada 2026 dan 30,4% pada 2027," ujar Erindra.

Proyek baru, termasuk proyek Sebuku yang diperkirakan menyumbang 8 juta bcm pada tahap awal dan berpotensi naik menjadi 27 juta bcm pada 2027, serta proyek lain yang bisa menambah 70 juta bcm mulai 2027, diperkirakan akan memperkuat pertumbuhan DEWA.

Erindra juga menyampaikan bahwa belanja modal DEWA diprediksi meningkat menjadi Rp 3,26 triliun pada 2027 dan Rp 5,2 triliun pada 2028, namun rasio utang bersih terhadap EBITDA tetap terkendali antara 0,9 hingga 1,5 kali hingga 2030, menunjukkan ruang pendanaan yang cukup untuk ekspansi.

"BRI Danareksa Sekuritas menaikkan proyeksi laba bersih DEWA pada 2026, 2027, dan 2028 masing-masing sebesar 36%, 130%, dan 141% dengan mempertimbangkan kontribusi proyek baru," tambah Erindra.

Rekomendasi beli saham DEWA dipertahankan dengan target harga baru Rp 550, naik dari Rp 300 sebelumnya, menggunakan metode valuasi SOTP termasuk arus kas terdiskonto dan nilai buku Gayo Mineral Resources (GMR) sebesar Rp 7 triliun. Saham DEWA saat ini diperdagangkan pada rasio forward P/E 17,8 kali, didukung oleh volume pekerjaan stabil dari PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia serta prospek pertumbuhan dan pembukaan nilai GMR.

Laba bersih DEWA diperkirakan meningkat dari Rp 748 miliar pada 2026 menjadi Rp 1,52 triliun pada 2027, melonjak 104% secara tahunan. Erindra mengingatkan risiko utama termasuk alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang lebih rendah, keterlambatan proyek atau penempatan armada, serta kenaikan belanja modal, harga bahan bakar, dan biaya pendanaan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed