Danantara Jajaki Investasi Rp2 Triliun di VKTR Ekosistem Bus Listrik
PT Danantara Investment Management menjajaki kerja sama investasi strategis hingga Rp2 triliun dengan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial di Indonesia pada Rabu, 28 Agustus 2026.
Kesepakatan awal tersebut ditandai melalui penandatanganan indicative non-binding term sheet antara Danantara Investment Management, VKTR, dan PT Bakrie & Brothers Tbk selaku penanggung. Rencana pendanaan tersebut ditujukan untuk mendukung ekspansi layanan mobility-as-a-service, khususnya pembiayaan pengadaan bus dan truk listrik.
Skema pendanaan ini mencakup hak opsi konversi yang membuka peluang bagi Danantara beserta afiliasinya untuk menjadi pemegang saham VKTR di kemudian hari sesuai dokumentasi definitif. Di sisi lain, anak usaha Bakrie & Brothers, PT Bakrie Metal Industries, telah memperkuat porsi sahamnya di VKTR dari 14,20 persen menjadi 21,06 persen pada 21 Agustus 2026.
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menyatakan bahwa investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial merupakan bagian dari transisi energi jangka panjang guna mendukung target penurunan emisi serta hilirisasi industri nasional.
"Selaras dengan prioritas pemerintah Indonesia, kami melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi emisi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan," ujar Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara.
Pandu menambahkan bahwa penandatanganan kesepakatan awal ini akan dilanjutkan dengan proses uji tuntas secara komprehensif sebelum melangkah ke perjanjian yang mengikat.
"Non-binding term sheet yang ditandatangani merupakan kerangka awal. Proses uji tuntas yang komprehensif akan dilakukan untuk memastikan transaksi dapat memberikan nilai komersial yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia," kata Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara.
Pihak manajemen VKTR menyambut baik kemitraan strategis ini sebagai langkah krusial dalam memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik nasional.
"Bersama-sama, kami ingin turut membentuk masa depan mobilitas Indonesia agar menjadi lebih maju, berkelanjutan, dan mandiri. Ini merupakan momentum penting dalam membuka babak baru bagi solusi mobilitas listrik di Indonesia, di mana dampak yang lebih besar dapat dicapai ketika berbagai kekuatan yang saling melengkapi diarahkan pada tujuan nasional yang sama," ujar Anindra Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.
Manajemen VKTR memastikan seluruh proses transaksi akan tetap mematuhi regulasi hukum dan pasar modal yang berlaku setelah dokumen definitif disepakati para pihak.
"Perseroan berencana menggunakan Rencana Pendanaan tersebut, antara lain untuk pembiayaan pengadaan bus listrik dan/atau truk listrik, dan tujuan lainnya," kata Indah Permatasari Saugi, Direktur VKTR.
VKTR menegaskan bahwa kerja sama investasi ini masih dalam tahap pembahasan awal dan belum menimbulkan kewajiban finansial yang mengikat secara hukum.
"Term Sheet ini masih bersifat non-binding, yang hanya mencerminkan pembahasan awal para pihak, dan akan tunduk lebih lanjut pada penandatanganan dokumen definitif," ujar Indah Permatasari Saugi, Direktur VKTR.
Penandatanganan kesepakatan awal ini diharapkan memberi dampak positif bagi pertumbuhan pendapatan VKTR beserta anak usahanya di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow