Danantara Alokasikan Dana ke Hedge Fund dan Percepat Proyek Waste-to-Energy

Smallest Font
Largest Font

Danantara, dana abadi Indonesia, akan mulai menyalurkan dana ke pengelola hedge fund pada kuartal ketiga 2026 sebagai bagian diversifikasi portofolio investasi.

Rencana ini mencakup pembukaan beberapa akun terpisah dengan nilai minimal US$250 juta per akun, dengan target awal tiga hingga empat manajer investasi. Kepala investasi Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan dana yang dialokasikan rata-rata mencapai US$500 juta per manajer.

Danantara, yang dibentuk tahun lalu oleh Presiden Prabowo Subianto, mengelola aset sekitar US$1 triliun, terutama dari perusahaan milik negara, dengan fokus mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pandu Sjahrir menyebutkan, "Kami melakukan banyak pemeriksaan saluran dengan dana abadi lain" untuk memastikan reputasi mitra pengelola dana.

Selain alokasi ke hedge fund, Danantara juga mempercepat proyek waste-to-energy (WtE) di Indonesia, termasuk proyek yang dipilih dalam batch kedua kolaborasi dengan perusahaan SUS ENVIRONMENT yang terpilih untuk dua proyek WtE di Lampung dan Surabaya.

SUS ENVIRONMENT dikenal sebagai penyedia teknologi pembakaran limbah terbesar di dunia dan memperkuat langkah internasionalnya dengan kemitraan di Indonesia, mendukung transisi energi bersih dan pengelolaan limbah berkelanjutan.

Proyek-proyek ini bagian dari strategi nasional Indonesia untuk menangani limbah perkotaan dan mengembangkan energi bersih. Sus Environment membawa teknologi canggih dan pengalaman operasional yang luas.

Pandu Sjahrir juga menyampaikan rencana membuka kantor di Eropa dalam 12 bulan ke depan dan tengah mengeksplorasi peluang di sektor riset dan pengembangan Inggris serta kecerdasan buatan, meskipun Danantara masih "kurang berat" di AI untuk tahun ini.

Danantara menargetkan penempatan dana senilai sekitar Rp200 triliun tahun ini, dengan progres sekitar 50 persen, sedikit tertinggal dari jadwal.

Selain proyek dalam negeri, Danantara menanamkan modal di properti untuk jemaah haji di Mekkah dan fokus pada sektor keamanan pangan serta mineral kritis.

Sjahrir menegaskan, "Modal selalu mengalir ke tempat yang paling aman. Kapital global besar mengatakan sekarang adalah waktu terbaik untuk berinvestasi di Indonesia. Jauh dari konflik, itu peluang besar bagi kita."

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed