Bulog Pasok 93 Ribu Ton Beras Tangani Bencana NTT
Perum Bulog menjamin ketersediaan beras untuk korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi aman. Penegasan ini disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, pada Minggu (23/8/2026), dilansir dari Detik Finance.
Saat ini, persediaan beras yang tersimpan di berbagai gudang Bulog wilayah NTT tercatat mencapai 26.336 ton. Jumlah cadangan tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bantuan tanggap darurat di lokasi bencana.
"Stok Bulog yang ada saat ini di NTT adanya adalah sekitar 26.336 ton. Dengan 26.000 ini sebetulnya cukup untuk kebutuhan bantuan bencana alam yaitu tanggap darurat," ujar Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Guna memperkuat ketahanan pangan di NTT, Bulog mendatangkan pasokan tambahan sebanyak 67.446 ton beras melalui program mobilisasi nasional dari berbagai daerah. Pengiriman tersebut berasal dari DKI Jakarta sebanyak 3.000 ton, Jawa Timur sebesar 20.646 ton, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebesar 8.550 ton, serta Nusa Tenggara Barat sebanyak 35.250 ton.
"Nah, stok beras di NTT yang seperti kami jelaskan tadi adalah 26.336 ton dan movnas yang kami dorong dari beberapa provinsi adalah 67.446 ton. Sehingga stok kami ke depan di NTT adalah 93.782 ton," ungkap Ahmad Rizal Ramdhani.
Berdasarkan kalkulasi Perum Bulog, total proyeksi kebutuhan beras di wilayah NTT mencapai 46.368 ton. Alokasi ini mencakup 1.890 ton untuk bantuan bencana alam mendesak serta 18.900 ton untuk mengantisipasi potensi perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali.
Selain penanganan bencana, Bulog menyiapkan 25.578 ton beras untuk program bantuan pangan Presiden selama tiga bulan. Program bantuan ini menyasar 852.631 penerima manfaat dengan jatah 10 kilogram beras per bulan.
"Oleh karena itu, stok pasti mencukupi untuk kebutuhan di NTT, yaitu 93.786 ton dikurang dengan kebutuhan tadi yang ada, baik dari kebutuhan bencana alam sampai dengan bantuan pangan 46.368 ton, sehingga masih ada stok sisa sekitar 47.414 ton," kata Ahmad Rizal Ramdhani.
Dengan menyisakan cadangan beras sekitar 47.414 ton, Bulog memastikan penanganan logistik pangan di NTT akan terus terpenuhi selama masa pemulihan bencana.
"Ini yang kami supaya tidak ada keraguan bahwa dukungan Bulog cukup untuk kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang sedang mengalami bencana alam. Jadi, kami yakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, kita, Bulog, pemerintah, selalu hadir untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan masyarakat," tambah Ahmad Rizal Ramdhani.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow