BOPPJ Rancang Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Pantura Jawa
Pemerintah terus mengebut perencanaan proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa sepanjang 575 kilometer dari Banten hingga Jawa Timur guna memetakan wilayah intervensi awal di pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Proyek mega infrastruktur ini dilansir dari Detik Finance masih dalam tahapan penyusunan rencana induk demi menentukan titik-titik prioritas pembangunan di lapangan. Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan bahwa langkah administrasi proyek tersebut sebenarnya sudah berjalan.
"Masih dalam perencanaan untuk dimasukkan ke dalam rencana induk. Meskipun dalam administrasinya sendiri sudah," kata Didit saat ditemui usai acara Dialog Kebijakan Nasional Kenaikan Muka Air Laut, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Pemerintah kini fokus mengamati kondisi riil di kawasan pesisir untuk menentukan lokasi dimulainya intervensi fisik. Beberapa daerah seperti Kendal, Semarang, Demak, dan Teluk Jakarta menjadi wilayah peninjauan utama.
"Kita harus lihat di lapangan betul dan titik-titik mulai dari intervensi nanti yang di daerah Kendal, Semarang, Demak, dan Teluk Jakarta, kira-kira seperti itu," sambung Didit.
Didit mengindikasikan bahwa konstruksi fisik kemungkinan besar baru dapat berjalan pada tahun depan. Mengenai estimasi detail ukuran proyek dan skema pembiayaannya, pihak BOPPJ mengaku belum bisa memaparkan lebih lanjut.
"(Target mulai pembangunan?) Belum, nanti tahun depan. (Pembiayaan proyek gimana?) Belum, masih direncanakan semua. Jadi semua dalam perencanaan. Nggak mungkin saya tahu berapa meternya. Ini kira-kira direncanakan semuanya," ujarnya.
Hingga saat ini, proses mitigasi wilayah masih terus berjalan di sepanjang pesisir utara Jawa Tengah. Didit belum bersedia memastikan apakah pembangunan fisik di area tersebut sudah bisa dimulai tepat pada tahun 2027.
"Tempatnya nanti kita kasih tahu tempatnya. Tapi belum, masih dimitigasi semua," jawab Didit singkat.
Sebelumnya, BOPPJ menegaskan bahwa proses perencanaan dan persiapan infrastruktur perlindungan pesisir ini harus berjalan beriringan sebelum masuk ke tahap konstruksi fisik. Penegasan tersebut disampaikan dalam koordinasi awal kementerian terkait.
"Oleh karena itu kami juga melaksanakan kegiatan perencanaan. Groundbreaking program dan groundbreaking infrastruktur supaya berjalan bersama-sama," jelas Didit usai Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Meskipun proyek ini masih berada pada tahap awal, progres perencanaan detail untuk wilayah Kendal, Semarang, dan Demak diklaim sudah mendekati 80 persen. Ketiga daerah tersebut dipersiapkan menjadi prioritas awal, sementara wilayah Pekalongan masih dalam tahap mitigasi.
"Jadi dimasukkan sekarang kan sudah kita hitung besarannya untuk Kendal, Semarang, Demak sudah hampir 80% itu perencanaan detailnya. Nah yang Pekalongan kita sedang melaksanakan mitigasi," ujar Didit.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow