Prabowo Memulai Pembangunan Tanggul Laut Raksasa di Pantura Jawa

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto bertekad memulai pembangunan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa pada masa pemerintahannya. Kepastian tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Infrastruktur ini dirancang membentang dari Banten hingga Jawa Timur guna melindungi puluhan juta warga serta menyelamatkan pusat industri nasional dari ancaman banjir rob dan penurunan permukaan tanah. Pembangunan tanggul laut raksasa tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun secara keseluruhan.

"Proyek ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita menyelesaikan pembangunan Giant Sea Wall. Ini waktu yang lama, saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan, tapi saya bertekad presiden ke-8 akan mulai proyek ini," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Proyek infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, tetapi juga dirancang untuk penyediaan air bersih, pembukaan jalur pertumbuhan ekonomi baru, serta sarana rekayasa teknologi nasional. Pembangunan fisik akan dibagi ke dalam 15 segmen dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dan berpotensi selesai lebih cepat jika dikerjakan secara serentak.

"Pembangunan ini kita bagi ke 15 segmen dari Banten sampai Jawa Timur, Gresik. Dan jika dilaksanakan serentak sesungguhnya berkurang dari 20 tahun. Apa pun kita harus berani mulai, ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di pantura, dan kita harus ingat berapa persen industri kita ada di kawasan kawasan di Pantura, mulai Jawa Barat sampai Jawa Timur.Jadi masa depan industri kita juga dipertaruhkan," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Pemerintah berencana membiayai proyek strategis ini melalui lembaga dana kedaulatan Danantara, khususnya lewat peran Danantara Development and Management Fund (DDMF). Selain itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dilibatkan untuk mendukung terobosan teknologi yang dibutuhkan selama masa konstruksi.

Prabowo menegaskan pentingnya Indonesia mengambil langkah mitigasi jangka panjang dengan mempelajari pengalaman negara lain dalam menghadapi ancaman bencana pesisir.

"Kita harus belajar dari negara lain. Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow