Prabowo Tekan Pembangunan Giant Sea Wall Pantura Jawa
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk segera memulai proyek pembangunan Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa pada Jumat (14/8/2026). Langkah tersebut diambil demi melindungi puluhan juta warga serta menjaga keberlangsung pusat industri nasional dari ancaman rob dan penurunan muka tanah.
Proyek infrastruktur skala besar ini diperkirakan membutuhkan durasi pengerjaan hingga 15 sampai 20 tahun. Meski memakan waktu panjang, masa penyelesaian tanggul laut tersebut diproyeksikan bisa berlangsung lebih cepat jika dikerjakan secara paralel, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
"Proyek ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita menyelesaikan pembangunan Giant Sea Wall. Ini waktu yang lama, saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan, tapi saya bertekad presiden ke-8 akan mulai proyek ini," kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN TA 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pemerintah memproyeksikan tanggul laut ini bukan sekadar penahan air laut, melainkan juga sarana penyedia air bersih dan pendorong pertumbuhan ekonomi baru. Selain itu, pengerjaan proyek ini diharapkan menjadi sarana peningkatan kapasitas rekayasa teknologi bagi para insinyur dalam negeri.
Skema pembiayaan proyek strategis ini bakal memanfaatkan dana kedaulatan Indonesia melalui Danantara Development and Management Fund (DDMF). Keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga disiapkan untuk memasok terobosan teknologi pendukung.
Guna mempercepat proses konstruksi, jalur tanggul sepanjang Banten hingga Jawa Timur akan dipecah menjadi belasan wilayah pengerjaan.
"Pembangunan ini kita bagi ke 15 segmen dari Banten sampai Jawa Timur, Gresik. Dan jika dilaksanakan serentak sesungguhnya berkurang dari 20 tahun. Apa pun kita harus berani mulai, ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di pantura. Dan kita harus ingat berapa persen industri kita ada di kawasan kawasan di Pantura, mulai Jawa Barat sampai Jawa Timur.Jadi masa depan industri kita juga dipertaruhkan," bebernya.
Pemerintah menjadikan strategi mitigasi bencana negara lain sebagai referensi utama dalam merancang infrastruktur jangka panjang ini.
"Kita harus belajar dari negara lain. Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda," tuturnya.
Selain pendanaan tanggul laut Pantura, instrumen pembiayaan DDMF turut dialokasikan untuk mendanai sejumlah program transformasi nasional lainnya. Salah satu agenda strategis yang masuk dalam skema tersebut adalah pengembangan proyek mobil nasional yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2028 serta pengembangan motor nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow