Prabowo Dorong Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Perlindungan Pantura

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall untuk mengamankan kawasan Pantai Utara Jawa dari ancaman kenaikan permukaan laut serta penurunan muka tanah. Penegasan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

"Kita juga harus membangun Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan bahwa mitigasi ancaman pesisir ini memerlukan langkah proaktif yang tidak menunda penanganan hingga musibah melanda.

"Jangan kita tunggu bencana datang, kita harus belajar dari negara lain," ujarnya.

Presiden memperingatkan bahwa masa depan industri nasional yang terkonsentrasi di pesisir utara turut dipertaruhkan jika mitigasi tidak segera direalisasikan.

"Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura. Dan kita harus ingat, berapa persen industri kita ada di kawasan-kawasan di pantai utara, mulai Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Jadi masa depan industri kita juga dipertaruhkan," sebut Prabowo.

Kawasan Pantura Jawa Tengah saat ini menghadapi tiga masalah utama, yakni abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah yang melanda permukiman hingga kawasan industri. Berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum, laju penurunan muka tanah di beberapa titik Pantura mencapai 10 hingga 20 sentimeter per tahun, salah satunya dipicu eksploitasi air tanah secara berlebihan.

Kondisi tersebut memperkecil jarak vertikal antara daratan dan permukaan air laut, sehingga banjir pasang makin mudah masuk ke daratan. Pemerintah merancang proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer dari Serang hingga Gresik yang terbagi dalam 15 segmen. Pembangunan proyek ini telah dimulai sejak Maret 2026 dengan target percepatan masa penyelesaian dari 20 tahun menjadi 15 tahun, sementara peletakan batu pertama dijadwalkan pada awal 2027.

Prabowo menekankan bahwa infrastruktur ini juga diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pesisir.

"Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus menjadi infrastruktur air bersih, harus menjadi jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa," kata Prabowo.

Untuk mendukung proyek infrastruktur terintegrasi tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional menyiapkan teknologi tanggul tegak modular multifungsi, blok modular beton penangkap energi gelombang, serta pendekatan rekayasa ekologi hibrida guna memperkuat struktur pelindungan pesisir Pantura.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed