Bandara Palm Beach Resmi Berganti Nama Menjadi Donald J. Trump
Bandara Internasional Palm Beach di Florida resmi berganti nama menjadi Bandara Internasional President Donald J. Trump pada Kamis, 9 Juli 2026. Perubahan nama fasilitas penerbangan di Florida Selatan ini memicu reaksi beragam dari masyarakat serta pejabat setempat terkait biaya dan regulasi.
Juru bicara bandara, Rebeca Krogman, menjelaskan bahwa proses penggantian identitas visual dan merek bandara akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan. "While travelers will begin to see updates to signage and branding as the transition progresses, the travel experience itself will remain the same," ujar Rebeca Krogman, Juru Bicara Bandara.
Pihak manajemen bandara juga menambahkan penjelasan melalui pengumuman resmi di media sosial mengenai penyesuaian tampilan fisik terminal.
"Because an entire airport transformation doesn’t happen overnight, you’ll notice a combination of both our classic look and our new brand elements coexisting while traveling through the terminal over the next several weeks," kata pihak manajemen bandara dalam unggahan resminya. Pesawat milik Trump Organization menjadi armada pertama yang mendarat setelah perubahan nama tersebut diresmikan di bawah panduan regulasi setempat.
"There is no person who has done more for Florida and our country, and no one more deserving of this incredible honor," kata Eric Trump, Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization. Ia menyatakan kebanggaannya atas penggunaan inisial baru bandara tersebut pada dokumen perjalanan penerbangan keluarganya.
"As a son, and someone who flies out of this airport nearly every day, I will forever be proud to see the initials ‘DJT’ on my boarding pass," tutur Eric Trump, Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization. Sementara itu, sebagian pengguna jasa penerbangan menunjukkan sikap tidak ambil pusing terhadap polemik perubahan nama fasilitas publik ini. "At the end of the day, it’s just the name of an airport," ucap Keegan Collett, seorang penumpang tujuan Cincinnati.
Ia menganggap persoalan penamaan ini bukan merupakan hal krusial yang perlu diperdebatkan secara mendalam oleh publik.
"There’s bigger things. I feel like it’s just more of a distraction. Why even worry about it?" tambah Keegan Collett, penumpang pesawat.
Terkait perbandingan dampak ekonomi, pengamat industri perhotelan Peter Ricci menilai perubahan nama tidak akan memengaruhi minat terbang masyarakat secara signifikan. "I would think (Trump) would want an airport named after him to be as clean, modern, et cetera, as he could steer funds to, if he can," cetus Peter Ricci, Direktur Program Manajemen Perhotelan Florida Atlantic University.
Sejumlah warga lokal menyatakan penolakan mereka melalui media sosial dan bertekad tetap menggunakan nama lama.
"I’ll still call it Palm Beach International," tulis seorang pengguna media sosial. Sentimen serupa disuarakan oleh warga lain yang menegaskan kesetiaannya pada identitas lama bandara tersebut.
"PBI till I Die!" ungkap pengguna media sosial lainnya. Di sisi lain, anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah setempat melayangkan kritik tajam terhadap proses legislasi yang dinilai mengabaikan wewenang otoritas domestik.
"Airports named after presidents have traditionally been designated once they leave office and through decisions made by local communities and local authorities — not imposed from above," kecam Lois Frankel, Anggota DPR Florida dari Partai Demokrat. Ia menambahkan penegasan mengenai adanya dugaan pemaksaan kekuasaan oleh pihak legislatif dalam penentuan nama ini. "a clear overreach" sebut Lois Frankel, Anggota DPR Florida.
Pihak internal perusahaan pengelola aset kekayaan intelektual menjelaskan alasan di balik pendaftaran merek dagang nama bandara baru tersebut.
"it is the company's normal practice to file for trademark protection because the 'Trump' name and brand is internationally known and a frequent target of infringers, counterfeiters and unauthorized users around the world." ungkap Kimberly Benza, Juru Bicara Trump Organization. Manajemen menegaskan tidak ada keuntungan finansial langsung berupa hak royalti yang diterima keluarga dari kesepakatan lisensi bandara. "the President and his family will not receive any royalty, licensing fee, or financial consideration whatsoever from the airport renaming." tegas Kimberly Benza, Juru Bicara Trump Organization.
Otoritas bandara menyampaikan apresiasi atas pengertian para penumpang selama masa peralihan administrasi sistem penerbangan berlangsung.
"While we recognize that the required name change may be received in different ways by our passengers, we're grateful for your continued support through this transition period," tulis manajemen bandara dalam dokumen tanya jawab resmi. Pihak bandara memastikan keselamatan operasional tetap menjadi prioritas utama di tengah penyesuaian teknis kode penerbangan baru.
"While some things may evolve over time, our core focus remains the same: providing a safe, reliable and welcoming airport experience," tambah manajemen bandara. Pakar industri penerbangan Henry Harteveldt memaparkan penyesuaian sistem pemesanan tiket yang dilakukan maskapai penerbangan demi menghindari kekeliruan destinasi.
"Airlines have told me that, at least initially, people who use the PBI code on their websites to search for flights will be directed to flights from what will now be called DJT," beber Henry Harteveldt, Analis Industri Penerbangan Atmosphere Research Group. Ia juga menyebut adanya fleksibilitas bagi awak kabin dalam memberikan ucapan selamat datang kepada para penumpang pesawat. "I've also been told that flight attendants will be given leeway to say 'welcome to West Palm Beach,' rather than 'welcome to Donald J. Trump International Airport.'" sambung Henry Harteveldt, Analis Industri Penerbangan.
Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional menegaskan bahwa perubahan kode lokasi penerbangan tiga huruf sangat jarang disetujui tanpa alasan mendesak.
"are almost never changed –and then only with strong justification, primarily concerning air safety," tulis Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA) dalam situs resminya. Pihak asosiasi mengonfirmasi tindakan tersebut diambil berdasarkan permohonan resmi dari seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah tersebut. "IATA has acted on a request from airlines serving Palm Beach International Airport to change the airport's IATA 3-letter code from PBI to DJT, along with the change of the location name to President Donald J. Trump International Airport," pungkas juru bicara IATA.
Meskipun nama resmi bandara telah berubah, kode penerbangan penumpang akan tetap menggunakan PBI hingga pengalihan kode DJT secara global berlaku pada 18 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow