Asing Beli Saham BBRI Rp745 Miliar Saat IHSG Menguat
Investor asing membukukan aksi beli bersih pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp745,32 miliar dalam periode perdagangan 18 hingga 21 Agustus 2026. Aksi borong saham tersebut terjadi seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 1,93 persen ke posisi 6.525, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Secara keseluruhan, pemodal luar negeri mencatatkan net buy mencapai Rp2,23 triliun di seluruh pasar, dengan nilai di pasar reguler sebesar Rp548 miliar. Aliran modal masuk ini memangkas total akumulasi jual bersih investor asing di pasar reguler sepanjang tahun 2026 menjadi Rp96,4 triliun. Dampak dorongan net buy harian turut mengerek harga saham BBRI sebesar 3,53 persen hingga menyentuh level Rp3.230 per lembar.
Selain BBRI, investor asing juga mencatat aksi beli bersih pada sejumlah saham unggulan lainnya di pasar reguler pekan lalu. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati urutan kedua dengan akumulasi net buy Rp409,05 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp329,14 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp251,18 miliar.
Sebaliknya, tekanan jual terbanyak oleh investor asing dialami oleh PT Indosat Tbk (ISAT) dengan nilai net sell mencapai Rp322,3 miliar. Meski demikian, harga saham ISAT tetap ditutup menguat 7,09 persen ke posisi Rp2.720 per lembar.
Memasuki perdagangan sesi pertama pada Senin, 24 Agustus 2026, harga saham BBCA dibuka stagnan di level Rp6.450 per lembar dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp778 triliun, menurut laporan Fortune IDN. Sementara itu, data Peradaban merekam kinerja akumulasi laba bersih BBCA hingga Juli 2026 yang tumbuh 2 persen secara tahunan menjadi Rp35,3 triliun, ditopang oleh rasio dana murah (CASA) yang kuat mencapai 85,4 persen.
Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, memberikan analisisnya terkait dinamika margin bunga bersih perbankan.
"Pertumbuhan kredit sebesar 8% yoy sebagian besar terkompensasi oleh tekanan pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM)," ujar Victoria Venny, Analis MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas menyematkan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp8.700 per lembar. Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia menetapkan target harga saham BBCA sebesar Rp7.150 dan BBRI sebesar Rp3.500 per lembar, sebagaimana dilaporkan Kontan.
| No | Emiten | Kode | Nilai Net Buy |
|---|---|---|---|
| 1 | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | BBRI | Rp745,32 miliar |
| 2 | PT Bank Central Asia Tbk | BBCA | Rp409,05 miliar |
| 3 | PT Amman Mineral Internasional Tbk | AMMN | Rp329,14 miliar |
| 4 | PT Aneka Tambang Tbk | ANTM | Rp251,18 miliar |
| 5 | PT J Resources Asia Pasifik Tbk | PSAB | Rp133,62 miliar |
| 6 | PT Timah Tbk | TINS | Rp125,11 miliar |
| 7 | PT Bumi Resources Minerals Tbk | BRMS | Rp88,58 miliar |
| 8 | PT Barito Pacific Tbk | BRPT | Rp40,10 miliar |
| 9 | PT Bank Negara Indonesia Tbk | BBNI | Rp38,60 miliar |
| 10 | PT Vale Indonesia Tbk | INCO | Rp37,28 miliar |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow