Aksi Main Hakim Sendiri di Buleleng Pemicu Kecaman Publik

Smallest Font
Largest Font

Aksi main hakim sendiri oleh warga terhadap seorang pria terduga pencuri ayam hingga tewas di Buleleng, Bali, memicu gelombang kecaman publik setelah video tangisan histeris putri korban viral di media sosial pada Minggu, 26 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Peristiwa tragis tersebut memperlihatkan sang anak perempuan menangis memanggil ayahnya yang sudah meninggal dunia di tengah kerumunan warga. Kejadian ini lantas menyita perhatian dan keprihatinan dari kalangan selebritas tanah air.

Presenter Aldi Taher menyampaikan rasa sedih dan teguran keras atas aksi menghakimi massa yang berujung fatal tersebut.

"Tolong dong, tolong jangan main hakim sendiri. Kalian nyesel kan? Ada anak kehilangan ayahnya," ucap Aldi Taher.

Ia mengingatkan bahwa tindakan kejahatan seharusnya diproses melalui jalur hukum yang berlaku di Indonesia.

"Jangan saling menyakiti. Astagfirullah, jangan main hakim sendiri, jangan main hakim sendiri kalau memang terbukti mencuri ada hukum di negara ini. Jangan main hakim sendiri nanti kalian akan mempertanggungjawabkan perbuatan kalian di akhirat," sambungnya.

Aldi juga menilai perbuatan massa sangat tidak manusiawi dan mendoakan keselamatan anak korban.

"Ya Allah sadis banget, lindungi anak itu, bahagiakan anak itu sayangi anak itu dunia maupun akhirat. Please jangan main hakim sendiri, jangan kekerasan. Tuhan saja maha pemaaf kenapa kalian menyakiti? Kita nggak punya hak menyakiti, yang punya hak jadi hakim hanya Tuhan," pesan Aldi Taher.

Penyanyi Denny Caknan turut menyatakan rasa duka mendalam saat melihat penderitaan anak perempuan korban yang kehilangan orang tuanya.

"Mencuri itu memang nggak bisa dibenarkan. Cuma mau ngomong ngerasain apa yang dirasakan sebagai manusia biasa. Nggak ada orang yang luput dari kesalahan dalam hidup, tidak ada orang yang benar-benar bersih tanpa cela. 'Sedih, cemas, dan bingung bercampur jadi satu'. Hati-hati ya, aku ya tahu merasakan yang nggak enak, tapi hatiku gemetar saat melihat beritanya," tulis Denny Caknan.

Aktivis dan musisi Melanie Subono menyoroti tindakan kekerasan massal serta kondisi sosial masyarakat saat ini.

"Selamat hari anak. Tahun lalu adik Yohannes, tahun ini dia," tulisnya.

Melanie menyuarakan kegeramannya terhadap aksi penembakan atau pengeroyokan yang merenggut nyawa seseorang hanya karena dugaan pencurian makanan.

"Itu ga dosa?? bedanya sama yang kalian suka tuduh korup membunuh mencuri dll ap? btw Tolong baca terutama Ujung caption ini. Taun lalu anak sd gantung diri, tahun ini anak kecil lihat jenazah ayahnya karna mencuri MAKANAN. salah, yang mengeroyok SALAH dan harus di proses. Tapi entah kenapa belakangan. gw merasa semua makin ga baik.

"Mencuri" makin makin untuk hal keseharian. Bukan emas. Tapi makanan," tulis Melanie.

Ia juga menyinggung ketimpangan sosial dan gaya hidup pejabat publik di tengah kesulitan ekonomi rakyat.

"FLEXING pejabat dmana mana tanpa malu, PROYEK MERCUSUAR yang makin mengada . ASBUN yang KEDENGERAN di kami .... KIPAS 1 T , HARUS tanpa tawar bikin koprasi DENGAN TRUK dan ina inu nya.

Rakyst baru sadar disaat dia ga bs makan, "tabungan pajak" mereka jadi EMAS 74 KILO dirumah orang lain !!!! NEGARA GAGAL HADIR," protesnya.

Melanie mendesak pihak berwenang untuk turun tangan secara langsung menangani permasalahan sosial yang meresahkan ini.

"Salah. Membunuh mengeroyok dll itu SALAH. Bukannya ini saatnya kalian turun , ngemong seperti BAPAK yang anaknya lagi berantakan?

Atau nunggu hari anak lainnya? Atau info2 info itu dihalangi oleh orang yang ga jelas fungsi nya di sekitar sana? Saya mau pak... duduk dan saya ngobrol .

Walaupun saya tidak sepakat tapi saya mau duduk 4 mata Dahlah," tutupnya.

Komika Marshel Widianto menyayangkan amarah warga yang mendahului proses hukum hingga merenggut nyawa seseorang.

"Bapak..... Bapak..... Bapak.

Ketika dugaan mendahului kebenaran, dan amarah menutup pintu nurani. Ketika harga seekor ayam lebih tinggi dari satu nyawa manusia? Masih 'diduga', tapi vonis jalanan sudah terlanjur merenggut paksa napas seorang ayah," tulis Marshel Widianto.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang karena berdampak besar bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Nyawa yang hilang tak akan pernah bisa dikembalikan. TOLONG, jangan SAMPAI biarkan emosi membuat kita lupa caranya menjadi manusia. Tolong jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini. Karena Ayah adalah cinta pertama anak perempuan nya semoga ini tidak akan terjadi lagi," tutupnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed