PO Bus Pastikan Video Klakson Suara Jokowi Hasil Editan
Rekaman video di media sosial yang memperlihatkan beberapa armada bus membunyikan klakson bersuara pidato Presiden ke-7 RI Joko Widodo dipastikan merupakan hasil rekayasa audio. Dikutip dari Detik Oto, pihak manajemen bus memberikan klarifikasi resmi.
Dalam video singkat yang beredar luas, sejumlah bus melintas di jalan raya sambil membunyikan klakson bernada unik. Klakson tersebut memuat potongan suara pidato Jokowi saat mengucapkan kalimat "Saya akan lawan!".
Suara pidato tersebut terdengar diputar berulang-ulang ketika armada bus disapa oleh para penggemar transportasi darat di pinggir jalan. Beberapa Perusahaan Otobus tampak dalam tayangan tersebut.
Di antara bus yang terlihat melintas meliputi unit milik PO Belvia Trans, M Trans, hingga Aleena Trans. Salah satu bus M Trans yang terekam diketahui melayani trayek Blitar menuju Jakarta melalui Poris.
Menanggapi unggahan tersebut, Human Resources Development MTrans Jhony Sasongko langsung bertindak cepat. Pihaknya segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap armada yang muncul dalam video.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar kendaraan rute Blitar ke Jakarta saja. Manajemen MTrans turut mengecek seluruh armada yang beroperasi untuk memastikan kepatuhan standar operasional.
Hasil pengecekan internal membuktikan bahwa tidak ada modifikasi klakson pada armada mereka. Bunyi pidato dalam video yang viral tersebut sepenuhnya merupakan editan suara buatan.
Jhony menegaskan bahwa kru bus selalu mematuhi aturan baku mengenai penggunaan komponen kendaraan. Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas timbulnya kegaduhan di ruang publik.
"Kami mohon maaf sebelumnya karena beredar video seperti itu. Kami pastikan video itu adalah editan. Kami sudah cek pada armada kami yang sesuai di video tersebut, bahwasannya aturan penggunaan klakson sudah dipatuhi oleh kru," kata Jhony.
Ia menjelaskan bahwa MTrans menerapkan regulasi internal dan standar operasional prosedur yang sangat ketat. Aturan tersebut mengatur secara terperinci mengenai kelengkapan fisik serta operasional armada.
"Armada kami ada regulasi tertentu mengenai penggunaan klakson. Jadi kami konfirmasi itu tidak 100% benar, sehingga kemungkinan besar itu adalah video editan," ujar Jhony.
Manajemen mengimbau warganet agar lebih cermat dalam mengonsumsi informasi di media sosial. Tidak semua konten tayangan yang beredar luas mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Untuk netizen atau viewer, kami berharap bisa lebih bijak melihat bahwasannya tidak semua video yang disebarkan itu benar adanya, terutama hal-hal yang viral mengenai pelanggaran peraturan maupun modifikasi klakson ini," tutur Jhony.
Selain kepada masyarakat umum, pesan khusus juga ditujukan kepada komunitas pecinta bus atau Busmania. Diharapkan seluruh pihak dapat bersama-sama membangun citra positif transportasi publik.
"Untuk Busmania, alangkah baiknya kita buat suasana yang lebih positif agar masyarakat awam bisa lebih menghargai dan menggunakan jasa transportasi bus. Karena pada dasarnya, transportaso bus selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan," pungkas Jhony.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow