Xabi Alonso Ubah Strategi Transfer Chelsea dengan Rekrut Pemain Vektor
Manajer Chelsea Xabi Alonso mengubah strategi transfer klub pada bursa transfer musim panas ini dengan mendatangkan pemain veteran seperti Danny Welbeck (35) dari Brighton dan Jordan Henderson (36) yang berstatus bebas transfer dari Brentford. Langkah ini menggeser kebijakan awal pemilik BlueCo yang sebelumnya fokus pada perekrutan pemain muda berbakat jangka panjang.
Selain merekrut talenta muda seperti Geovany Quenda (19), Marco Palestra (21), Valentin Barco (22), dan Morgan Rogers (23), Chelsea juga mengamankan servis Pep Chavarria (28) serta Maxence Lacroix (26). Kebijakan membawa pemain senior dilakukan Alonso guna menciptakan keseimbangan usia, kualitas, kepemimpinan, dan kedewasaan di dalam skuad The Blues.
Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan kepuasannya terhadap aktivitas transfer klub dan merasa tidak perlu berburu pemain lagi menjelang penutupan bursa. Sebagai gantinya, Chelsea membagi sesi latihan menjadi dua grup untuk memisahkan skuad utama dari pemain yang akan dilepas seperti Liam Delap, Nicolas Jackson, Mykhailo Mudryk, dan Tosin Adarabioyo.
Alonso menyampaikan kepuasannya atas komposisi tim saat diwawancarai oleh media media Inggris.
"Saya sangat senang. Saya pikir kami telah membuat banyak pilihan yang tepat," kata Xabi Alonso, Manajer Chelsea.
Alonso menegaskan bahwa timnya kini berada dalam posisi yang sangat baik untuk mengarungi kompetisi.
"Keseimbangan yang baik dalam hal kualitas, kepribadian, kedewasaan, dan berbagai tahap karier. Kami berada di posisi yang bagus, saya bisa katakan," ujar Xabi Alonso, Manajer Chelsea.
Saat berbicara kepada Sky Sports, Alonso kembali menegaskan optimismenya terhadap kedalaman skuad yang telah dibentuk.
"Kami sangat senang dan gembira dengan skuad yang telah kami bangun," kata Xabi Alonso, Manajer Chelsea.
Ia menambahkan bahwa para pemain muda di dalam tim memiliki kematangan yang dibutuhkan di liga.
"Anak-anak ini, mereka muda, tapi mereka dewasa. Mereka tahu apa yang diperlukan untuk bersaing di Liga Premier, dan mereka akan menjadi kunci untuk memiliki musim yang hebat," kata Xabi Alonso, Manajer Chelsea.
Namun, perekrutan pemain senior berusia di atas 35 tahun memicu kritik tajam dari mantan gelandang Manchester United Paul Scholes. Dalam acara The Overlap Fan Debate bersama Sky Bet, Scholes menilai kebijakan tersebut tidak masuk akal mengingat minimnya waktu bermain yang akan didapat veteran seperti Henderson.
"Pemain-pemain tua itu, rasanya Anda telah berpindah dari satu ekstrem ke ekstrem lainnya, saya tidak habis pikir. Anda punya banyak pemain berusia 21 tahun, baiklah dapatkan lebih banyak pengalaman di usia 28 atau 29 tahun tetapi mereka seperti berusia 37 atau 38 tahun," kata Paul Scholes, Mantan Gelandang Manchester United.
Scholes membandingkan transfer tersebut dengan perburuan Granit Xhaka yang sempat gagal dilakukan Chelsea.
"Saya paham yang Xhaka, dia masih pemain bagus dan dia luar biasa di Piala Dunia. Saya pikir di situlah dia akan paling berharap dan di situlah mereka akan memiliki pengaruh paling besar di lapangan latihan karena mereka tidak akan bermain sepanjang waktu, terutama Henderson," kata Paul Scholes, Mantan Gelandang Manchester United.
Ia memprediksi kontribusi utama Welbeck dan Henderson hanya terbatas di luar lapangan pertandingan.
"Welbeck masih akan masuk tetapi di sinilah mereka bakal paling berharga. Dengarkan jika Chelsea punya uang untuk dibuang melakukan itu maka itu terserah mereka bukan," kata Paul Scholes, Mantan Gelandang Manchester United.
Nada skeptis serupa disampaikan mantan bek Liverpool Jamie Carragher yang menilai Chelsea lebih membutuhkan pemain berpengalaman yang tampil reguler di lapangan untuk mengatasi masalah kedisiplinan dan kegagalan mempertahankan keunggulan.
"Saya merasa ini aneh karena saya pikir perekrutan dari Crystal Palace itu sangat bagus. Anda punya banyak bek tengah muda, dia datang, dia tahu liga dan dia pemain berpengalaman," kata Jamie Carragher, Mantan Bek Liverpool.
Carragher mempertanyakan seberapa besar dampak yang bisa diberikan Welbeck dan Henderson jika keduanya jarang diturunkan sebagai starter.
"Tapi Anda bicara tentang masalah di lapangan dalam hal kartu merah dan kehilangan keunggulan, membuang keunggulan. Seberapa banyak mereka akan berada di lapangan, Henderson dan Welbeck?" ujar Jamie Carragher, Mantan Bek Liverpool.
Ia menilai kontribusi di dalam ruang ganti tidak cukup untuk menutupi kebutuhan tim di atas lapangan.
"Itu poin saya, jika mereka berusia 28 atau 29 tahun katakanlah seperti Tielemans di kelompok usia itu. Saya tahu mereka akan hebat di lapangan latihan dan kita akan dihantam dengan cerita-cerita itu jika Chelsea membuat awal yang hebat itu adalah Henderson dan Welbeck yang hebat di ruang ganti," kata Jamie Carragher, Mantan Bek Liverpool.
Carragher menegaskan bahwa kehadiran Henderson saat membela Inggris di Piala Dunia berbeda dengan kebutuhan jangka panjang klub selama semusim.
"Dalam hal membantu Chelsea dengan kedisiplinan yang dibutuhkan Chelsea atau membantu menyelesaikannya pertandingan mereka bisa masuk 10 atau 15 menit terakhir pertandingan. Tapi apa yang Chelsea butuhkan bantuannya adalah pengalaman di lapangan, saya melihat pemuda dari Crystal Palace itu lebih berharga daripada Henderson yang datang," kata Jamie Carragher, Mantan Bek Liverpool.
Di sisi lain, mantan manajer Premier League Steve Bruce membela keputusan Alonso dan menganggap langkah mendatangkan dua pemain senior tersebut sebagai tindakan yang sangat cerdas.
"Prospek Chelsea mendapatkan Jordan dan Danny di usia mereka dianggap konyol oleh beberapa orang, tetapi bagi saya itu adalah perekrutan paling cerdas. Ini adalah langkah berani tetapi juga langkah yang sangat, sangat cerdik oleh Xabi Alonso untuk membawa dua sosok yang relatif senior," kata Steve Bruce, Mantan Manajer Premier League.
Bruce membandingkan keputusan Alonso dengan pengalamannya sendiri saat melatih Aston Villa.
"Dan saya tidak terkejut sama sekali bahwa mereka telah digaet karena saya membawa John Terry untuk melakukan hal yang persis sama — membawa kepemimpinan ke kelompok muda di Villa. Ini adalah Alonso yang menancapkan jejaknya di klub karena pemain muda sering kali membutuhkan suara pengalaman di samping mereka. Jelas Chelsea telah menyadari manfaat dari perpaduan yang lebih baik yang menjanjikan bagi mereka," ujar Steve Bruce, Mantan Manajer Premier League.
Dukungan juga datang dari mantan pemain timnas wanita Inggris Fara Williams saat diwawancarai oleh media F365. Williams menilai Alonso sebagai manajer muda berprestasi yang paham cara mengembangkan pemain muda.
"Maksud saya, Alonso, ini sangat besar. Kita telah melihat itu tidak berhasil untuknya di Real Madrid, tetapi kita melihat apa yang dia lakukan di Liga Jerman dan seberapa sukses dia di sana. Dia manajer yang bagus dan muda," kata Fara Williams, Mantan Pemain Timnas Wanita Inggris.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Welbeck dan Henderson akan mengubah pemain muda Chelsea menjadi pemimpin di lapangan.
"Jelas dia tahu cara bekerja dengan pemain muda, tapi saya pikir apa yang telah dia lakukan, yang sangat bagus dan mudah-mudahan fans Chelsea bisa melihat manfaat dari membawa Welbeck dan Henderson ke dalam skuad, adalah bahwa kita memiliki skuad muda, bukan di sisi dewasa, tetapi berpengalaman dalam hal pertandingan yang dimainkan di Premier League," ujar Fara Williams, Mantan Pemain Timnas Wanita Inggris.
Williams menekankan perbedaan antara pengalaman bertanding dan kedewasaan sikap.
"Pemain-pemain muda ini memiliki pengalaman yang sangat besar, tetapi memiliki pengalaman dan kedewasaan adalah dua hal yang berbeda. Dan saya pikir orang-orang seperti Welbeck dan Henderson yang datang ke skuad akan membantu menumbuhkan jenis kedewasaan seperti itu di dalam skuad, akan membantu beberapa anak muda yang mengubah mereka menjadi tidak hanya pemain muda yang hebat, tetapi juga pemimpin muda yang hebat," tutur Fara Williams, Mantan Pemain Timnas Wanita Inggris.
Williams optimistis fokus Chelsea pada kompetisi domestik akan membuahkan hasil positif musim ini.
"Dan saya pikir itu berbeda. Dan saya pikir itu akan sangat menguntungkan skuad. Jadi, ya, tanpa sepak bola Eropa, mereka hanya bisa memiliki fokus itu mungkin pada Liga Premier.
Siapa yang tahu apa yang bisa mereka capai? Mudah-mudahan empat besar lagi dan kembali ke Eropa dan kemudian membangun dari sana," kata Fara Williams, Mantan Pemain Timnas Wanita Inggris.
Kedua pemain veteran tersebut berpeluang melakoni laga debut resmi saat Chelsea melakoni laga pembuka Liga Premier melawan Fulham di Craven Cottage.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow