West Ham United Hadapi Konflik Kepemilikan Jelang Carabao Cup
Perebutan kekuasaan di tingkat direksi dan krisis internal membayangi persiapan West Ham United menjelang laga ronde pertama Carabao Cup 2026/2027 melawan Portsmouth di London Stadium. Pertandingan ini menandai langkah awal klub setelah terdegradasi dari Premier League. Di tengah ketidakpastian manajemen, mantan direktur Newcastle United Amanda Staveley berusaha mengambil alih pengaruh di klub.
Konsorsium yang dipimpin Staveley telah mencapai kesepakatan awal untuk membeli 25,1 persen saham milik keluarga mendiang David Gold senilai 150 juta poundsterling. Langkah Staveley mendapatkan penolakan dari pemegang saham minoritas Daniel Kretinsky. Miliarder asal Ceko tersebut melepas 2 persen sahamnya kepada pengusaha Jakub Havrlant untuk memblokir aksi korporasi Staveley tanpa memicu kewajiban penawaran pengambilalihan secara penuh.
Krisis manajemen semakin memuncak setelah mantan co-chairman David Sullivan mengundurkan diri pada Juni usai diterpa investigasi skandal. Operator London Stadium bahkan merekomendasikan Sullivan untuk tidak hadir pada laga pembuka demi menghindari potensi demonstrasi dari para pendukung.
Meski dihadapkan pada gejolak internal, West Ham mencatatkan penjualan tiket musiman mencapai sekitar 50.000 lembar. Manajemen klub mengklaim dinamika di tingkat atas tidak akan mengganggu aktivitas transfer tim untuk menghadapi musim baru. Di bawah arahan manajer Nuno Espirito Santo, West Ham telah melepas beberapa pemain kunci seperti Mateus Fernandes, Crysencio Summerville, dan Freddie Potts dengan total nilai transfer mencapai 148 juta poundsterling. Klub baru mendatangkan bek Joël Veltman dengan status bebas transfer dari Brighton & Hove Albion.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow