Warren Buffett Donasikan Saham Berkshire Hathaway Rp 305 Triliun Per Tahun
Investor legendaris Warren Buffett berkomitmen menyalurkan seluruh sisa saham Berkshire Hathaway miliknya senilai minimal US$ 17 miliar atau sekitar Rp 305,6 triliun setiap tahun kepada empat yayasan keluarga paling lambat 31 Desember 2034.
Langkah filantropi berskala besar dari Chairman Berkshire Hathaway yang memiliki total kekayaan bersih mencapai US$ 147 miliar ini dilansir dari Investor Daily pada Jumat (17/7/2026).
Rencana pengalihan dana masa depan tersebut dipastikan tidak lagi melibatkan Gates Foundation, melainkan dikelola sepenuhnya oleh ketiga anak Buffett yang saat ini berusia antara 68 hingga 72 tahun.
"Dari 8 miliar manusia di bumi, saya merasa menjadi salah satu dari 10 orang paling beruntung di dunia," ujar Buffett.
Sikap bersyukur atas keberuntungan hidup dan kesehatan prima hingga usia 95 tahun mendorong sang miliarder gencar melakukan aksi sosial. Konsep "ovarian lottery" sempat ia suarakan pada pertemuan pemegang saham tahun 1997 karena merasa beruntung lahir di Amerika Serikat dan memiliki ayah seorang pialang saham.
"Saya sangat beruntung dan sehat hingga bisa mencapai usia 95 tahun... dan untungnya, secara tidak sengaja saya menemukan bidang yang saya cintai sejak usia sangat dini," kata Buffett.
Buffett mengenang masa lalunya saat sang ayah memberikan pelajaran investasi pertama yang menjadi fondasi keuntungan awal kariernya.
"Itu semua murni kebetulan. Jika ayah saya seorang tukang ledeng, saya tidak akan memiliki keuntungan awal yang sama. Jadi, saya benar-benar sangat beruntung," imbuh Buffett.
Komitmen menyumbangkan 99 persen kekayaan telah dinyatakan Buffett sejak 2010 dengan rutin menyalurkan saham Berkshire ke Gates Foundation yang nilai pasarnya kini setara Rp 2.858,8 triliun. Keputusan mengalihkan sisa kekayaan ke yayasan anak-anaknya dipicu oleh keprihatinan terhadap ekstremnya ketimpangan takdir kelahiran di dunia.
"Seiring berjalannya hidup, saya melihat betapa tidak beruntungnya nasib sebagian orang. Ketimpangan takdir kelahiran sangatlah ekstrem. Dan saya melihat ada orang-orang yang memanfaatkan hak istimewa lahiriah itu untuk membenarkan posisi mereka, yang menurut saya sangat konyol. Itulah alasan kuat mengapa saya terus mendorong gerakan filantropi," jelas Buffett.
Guna mengelola dana tersebut, Buffett menerapkan syarat ketat berupa kesepakatan bulat di antara ketiga anaknya untuk mencairkan dan mendistribusikan anggaran. Pengawasan dana berfokus pada isu sosial krusial seperti pendidikan anak usia dini, ketahanan pangan, kesehatan, serta penguatan ekonomi perempuan dan anak.
Menurut Buffett, uang tersebut adalah milik mereka.
"Dan sudah menjadi tanggung jawab mereka untuk mengelolanya dengan baik," sambung Buffett.
Inisiatif moral Buffett juga tercatat melalui gerakan global "The Giving Pledge" yang ia pelopori pada 2010 bersama Bill Gates dan Melinda French Gates. Meskipun aksi filantropi para taipan kerap menuai kritik skeptis terkait pemotongan pajak dan pemolesan reputasi publik, Buffett tetap optimistis tindakan nyata ini mampu menggerakkan orang kaya lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow