Utang Pemerintah Indonesia Tembus Rp 10.293 Triliun pada Juni 2026
Kementerian Keuangan mencatat realisasi utang pemerintah Republik Indonesia menembus angka Rp 10.293,69 triliun per 30 Juni 2026. Angka tersebut mengalami lonjakan sebesar 12,65 persen jika dibandingkan dengan posisi semester I-2025 yang tercatat senilai Rp 9.138,05 triliun, seperti dilansir dari Investor Daily.
Peningkatan nominal utang tersebut membuat rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di level 41,26 persen.
"Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," kata Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).
Secara rincian, total utang senilai Rp 10.293,69 triliun terdiri dari instrumen surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 8.966,79 triliun dan pinjaman sebesar Rp 1.326,9 triliun. Komposisi utang negara masih didominasi oleh penerbitan SBN yang porsinya mencapai 87,11 persen.
Khusus pembiayaan utang pada tahun anggaran 2026, pemerintah telah merealisasikan penarikan utang baru sebesar Rp 477,4 triliun hingga akhir semester I. Capaian ini setara dengan 57,4 persen dari target pembiayaan utang dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 832,2 triliun, atau tumbuh 51,4 persen secara tahunan.
Realisasi pembiayaan utang sepanjang semester I-2026 terdiri atas penarikan SBN neto sebesar Rp 501,2 triliun dan pinjaman neto yang mencatatkan nilai negatif Rp 23,8 triliun. Capaian SBN tersebut telah memenuhi 62,7 persen dari pagu indikatif sebesar Rp 799,5 triliun dan melonjak 62,4 persen dibanding semester I-2025 yang senilai Rp 308,6 triliun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow