UMKM Brownies Ketan Sidoarjo Tembus Pasar Internasional Lewat BRI

Smallest Font
Largest Font

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) brownies ketan It's Me Time asal Sidoarjo, Jawa Timur, sukses memperluas jangkauan pemasaran hingga menembus pasar global. Capaian ekspor tersebut berhasil diraih melalui pengelolaan bisnis yang konsisten serta program pendampingan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, seperti dilansir dari Detik Finance pada Senin (13/7/2026).

Pertumbuhan usaha yang dirintis oleh Jalian Setiarsa sejak 2 November 2017 ini tercatat mengalami peningkatan volume produksi yang signifikan. Pada mulanya, usaha rumahan ini hanya memproduksi sekitar 300 brownies per bulan, namun kapasitasnya melonjak menjadi 20.000 hingga 25.000 brownies per bulan pada tahun 2021 dengan jangkauan pasar nasional hingga Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Pemilik It's Me Time, Jalian Setiarsa yang akrab disapa Arso, mulai memanfaatkan layanan finansial dengan menjadi nasabah simpanan BRI sejak tahun 2018 untuk mendukung pengembangan usahanya. Arso kemudian bergabung menjadi anggota Rumah BUMN BRI guna mendapatkan pelatihan manajemen bisnis, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran dan pengurusan legalitas usaha.

"Saya merasakan bagaimana petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis," ujar Arso dalam keterangan tertulis.

Berkat pendampingan intensif tersebut, produk It's Me Time berhasil memperoleh berbagai sertifikasi resmi seperti PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Keikutsertaan dalam pameran internasional yang difasilitasi BRI, seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, dan Indonesian Exhibition Australia, juga membuka akses ekspor langsung ke Turki dan Hong Kong pada 2021, Singapura dan Australia pada 2022, serta Malaysia pada 2023.

"Petugas Rumah BUMN membimbing It's Me Time secara mendalam dan intensif untuk membenahi aspek manajerial. Banyak sekali pelatihan-pelatihan bisnis yang makin membuat saya paham dalam mengurus bisnis," kata Arso.

Selain perluasan pasar ekspor, bisnis makanan ini juga berhasil meraih beberapa penghargaan, termasuk peringkat utama pada ajang SNI Award dan meraih predikat Produk Terbaik No. 1 BRI.

"Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas," ungkap Arso.

Pihak perbankan menyatakan bahwa program pemberdayaan melalui Rumah BUMN difokuskan secara khusus untuk membangun kapabilitas dan literasi digital para pelaku usaha di tingkat ultra mikro dan UMKM.

"BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Melalui Rumah BUMN, kami fokus pada peningkatan kapasitas usaha dan literasi digital agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas," pungkas Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI, M. Candra Utama.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed