Telkom Cetak Pendapatan Rp75,9 Triliun Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun pada semester pertama 2026, tumbuh 3,9 persen secara tahunan (YoY). Dilansir dari Investor Daily pada Jumat (31/7/2026), pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan bisnis mobile serta implementasi efisiensi operasional perusahaan.

Seiring pertumbuhan pendapatan, EBITDA Perseroan naik 3,8 persen YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan margin 49,4 persen. Laba bersih Telkom tercatat mencapai Rp10,6 triliun, sedangkan laba bersih yang dinormalisasi tumbuh 6,2 persen YoY menjadi Rp11,3 triliun. Arus kas operasional juga menguat 7,0 persen YoY hingga menyentuh angka Rp34,9 triliun.

"Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," ujar Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini.

Pada segmen B2C, Telkomsel mencatatkan pendapatan Rp55,6 triliun yang ditopang lonjakan pendapatan Digital Business Data sebesar 11,0 persen. Kenaikan konsumsi data masyarakat selama libur sekolah dan gelaran Piala Dunia turut mendorong Average Revenue Per User (ARPU) mobile naik 9,0 persen YoY menjadi Rp45.600. Di sisi lain, pelanggan IndiHome tercatat sebanyak 9,5 juta dengan peningkatan ARPU sebesar 3,4 persen secara kuartalan menjadi Rp211.000.

Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada segmen B2B Infrastructure yang melesat 19,0 persen YoY menjadi Rp33,1 triliun. Mitratel menyumbang pendapatan Rp4,7 triliun dengan jumlah tenant meningkat jadi 63.866. Selain itu, pendapatan segmen B2B ICT melonjak 35,7 persen secara kuartalan menjadi Rp7,3 triliun, sementara bisnis internasional meraup Rp5,7 triliun didorong oleh tingginya permintaan kapasitas kabel bawah laut untuk adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Untuk mendukung fokus bisnis inti, Telkom menuntaskan streamlining terhadap 10 entitas melalui divestasi, merger, dan likuidasi. Perusahaan merealisasikan belanja modal Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96 persen dialokasikan untuk segmen B2C, infrastruktur B2B, dan bisnis internasional. Telkom juga sedang menyiapkan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang ditargetkan rampung pada semester kedua 2026.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional," kata Dian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed