Tee Kai Wun Keracunan Makanan Ganda Putra Malaysia Batal Bertanding
Ganda putra Malaysia Man Wei Chong/Tee Kai Wun terpaksa mengundurkan diri dari babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2026 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Kamis (20/8/2026), akibat Tee Kai Wun mengalami keracunan makanan. Kondisi medis yang dialami Tee Kai Wun membuat pasangan unggulan ke-11 BWF tersebut gagal melakoni laga derbi Malaysia melawan rekan sesama pelatnas, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pelatih kepala ganda putra Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Herry Iman Pierngadi, mengonfirmasi anak didiknya mengalami demam dan penurunan kondisi fisik yang drastis. "Kai Wun Tee mengalami keracunan makanan dan mulai demam hari ini, dia juga diare dan tidak bisa pulih tepat waktu," ucap Herry IP, dilansir dari laman NST.
Keputusan mundur ini memupuskan persiapan intensif yang sempat dipantau langsung oleh pelatih asal Indonesia yang dijuluki Naga Api tersebut di ajang Grade 1 BWF.
"Sangat disayangkan Man/Tee harus menyerah tanpa bertanding," tuturnya menambahkan. Pengunduran diri ini memberikan keuntungan bagi Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang langsung melenggang ke babak perempat final tanpa perlu bertanding. Pasangan peringkat empat dunia itu kini membuka peluang meraih medali ketiga di Kejuaraan Dunia, setelah sebelumnya memenangkan emas pada edisi Tokyo 2022 dan perunggu di Kopenhagen 2023. Pada fase delapan besar yang tersaji Jumat (21/8/2026) mulai pukul 12.00 WIB, Chia/Soh dijadwalkan menghadapi ganda putra China, Hu Ke Yuan/Lin Xiang Yi.
Kejuaraan Dunia 2026 ini juga diproyeksikan Herry IP sebagai momen ajang reunifikasi sementara bagi Aaron Chia/Soh Wooi Yik sebelum kembali dipisah pada turnamen mendatang. "Aaron dan Wooi Yik telah bermain dengan pasangan yang berbeda dan telah lama berpisah...," kata Herry dikutip Juara.net dari The Star.
Kembalinya kolaborasi Chia/Soh di turnamen ini diharapkan memicu semangat tanding yang lebih tinggi di lapangan. "Mungkin akan ada motivasi baru saat mereka bertemu kembali hanya untuk satu kali ini di kejuaraan dunia," ujar Herry. Persiapan teknis pasangan peraih emas 2022 itu berjalan tanpa kendala berarti selama sesi latihan di pelatnas.
"Mereka telah berlatih bersama dan semuanya tampak normal karena mereka sudah terbiasa satu sama lain," tambahnya.
Ganda putra andalan Malaysia itu diharapkan mencatatkan kenangan manis dalam partisipasi bersama mereka kali ini. "Saya berharap dapat menjadikan penampilan terakhir mereka sebagai pasangan di kejuaraan dunia ini sememorable mungkin," jelasnya. Kenyamanan fasilitas di lokasi penyelenggaraan turut menjadi perhatian pelatih demi menunjang kondisi fisik para atlet selama turnamen berlangsung.
"Ini adalah Kejuaraan Dunia dan saya yakin sepenuhnya bahwa tuan rumah akan memperhatikan setiap detail," ucap Herry.
Kesiapan sarana dan prasarana di tempat pertandingan diharapkan mampu memaksimalkan potensi seluruh pemain. "Mereka akan memastikan tempat penyelenggaraan menyediakan fasilitas terbaik bagi para pemain," pungkasnya.
Sebelum insiden keracunan terjadi, Tee Kai Wun sempat mengungkapkan rasa pasrah terkait hasil undian di New Delhi karena posisi peringkat mereka yang terlempar dari posisi delapan besar dunia berpotensi mempertemukan mereka dengan rekan senegara lebih awal. "Untuk saat ini, kami menjalaninya langkah demi langkah," kata Kai Wun dikutip Juara.net dari The Star.
Meskipun baru kembali dipasangkan setelah sempat dipisah akibat regulasi turnamen dan cedera Man Wei Chong pada April lalu, Kai Wun menegaskan komunikasi antar pemain tetap terjaga. "Kami bisa saja menghadapi rekan satu tim kami sendiri di babak ketiga, jadi kami hanya perlu bermain dengan baik," jelas Kai Wun. Penurunan peringkat BWF membuat potensi perjumpaan dengan sesama wakil Malaysia di fase awal menjadi tidak terhindarkan.
"Agak disayangkan karena saat ini kami tidak berada di delapan besar," lanjutnya.
Sektor ganda putra Malaysia memang sedang melewati skema perombakan pasangan oleh tim pelatih untuk mencari kombinasi terbaik di tingkat internasional. "Jadi, kita lihat saja nanti. Tentu saja, ada sedikit penyesalan," jelasnya. Kedekatan dan rutinitas latihan bersama dinilai membantu proses penyatuan kembali chemistry di lapangan.
"Saya rasa tidak apa-apa karena kami sudah lama tidak bermain di turnamen bersama karena dia cedera, tetapi saya pikir komunikasi di antara kami masih terjaga," ucap Kai Wun.
Kerja sama tim yang solid tetap terpelihara karena seluruh pasangan berada di bawah program latihan yang sama. "Saya rasa tidak banyak yang berubah karena kami masih berlatih bersama," ungkap Kai Wun.
Proses pemulihan stamina menjadi fokus utama sebelum melakoni pertandingan kompetitif. "Hanya saja kami tidak tahu bagaimana jalannya pertandingan di turnamen nanti," tuturnya.
Penampilan maksimal menjadi target utama setiap kali mendapat kesempatan berlaga di arena resmi. "Saya hanya berharap kami tidak bermain terlalu buruk," katanya. Upaya keras tetap dipatok sebagai standar performa mereka di ajang Kejuaraan Dunia.
"Yang terpenting adalah mengeluarkan semua kemampuan yang kami miliki," pungkasnya.
Kebijakan perombakan ganda putra Malaysia sebelumnya sempat mendapat apresiasi dari Presiden BAM Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, setelah pasangan perombakan Tee Kai Wun/Yap Roy King menjuarai Korea Masters 2026 di Asan pada Minggu (9/8/2026) dengan mengalahkan Man Wei Chong/Soh Wooi Yik. "Saya tahu ketika tim pelatih memutuskan untuk merombak beberapa pasangan ganda putra nasional, banyak orang mempertanyakan langkah tersebut. Sebagian juga belum yakin, terutama ketika hasil awal tidak terlalu menggembirakan," katanya, dikutip dari The Star Malaysia oleh Upplan.sg.
Selain Chia/Soh, Malaysia meloloskan ganda independen Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani ke perempat final untuk menghadapi pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-hoo/Seo Seung-jae. Sementara itu, Indonesia menyisakan satu wakil melalui Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang menantang pasangan Taiwan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow