Kim Won-ho dan Seo Seung-jae Evaluasi Permainan Menjelang Kejuaraan Dunia
Ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho dan Seo Seung-jae, bersiap menghadapi Kejuaraan Dunia 2026 yang berlangsung pada 17 hingga 23 Agustus 2026 setelah dua kali berturut-turut mengalami kekalahan dari pasangan Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri.
Kekalahan dari pasangan ganda putra peringkat kedua dunia tersebut terjadi di partai final Japan Open 2026 dan China Open 2026. Hasil itu membuat rekor pertemuan kedua pasangan kini berimbang menjadi 3-3 dari total enam laga yang telah dimainkan.
Pasangan Korea Selatan tersebut menyadari bahwa strategi permainan mereka telah dipelajari dengan baik oleh para rival utama di papan atas dunia.
"Kami sadar bahwa corak permainan kami sudah diamati dan dibedah lawan," ujar Seo Seung-jae dilansir dari Yonhap News melalui Juara.net.
Evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar pasangan berjuluk raksasa ganda putra ini bisa menemukan formula baru dalam menembus pertahanan lawan.
"Kami akhirnya hanya perlu mencari tahu jalan untuk keluar dari permasalahan ini. Saya terus membahas hal ini bersama Won-ho," kata Seo Seung-jae.
Upaya pembenahan strategi dianggap sebagai fase penting untuk mempertahankan performa di tingkat tertinggi.
"Kami pikir, ini adalah proses untuk menjadi lebih baik lagi," imbuh Seo Seung-jae.
Rekan duetnya, Kim Won-ho, juga merasakan perubahan tingkat kesiapan dari para musuh yang dihadapi di atas lapangan.
"Sekarang, saya memang bisa merasakan lawan-lawan datang lebih siap saat menghadapi kami," kata Kim Won-ho.
Pebulu tangkis berusia 27 tahun tersebut menegaskan komitmennya untuk meningkatkan porsi latihan demi menjaga posisi puncak.
"Kami hanya perlu berjuang untuk tetap berada di depan," tutur Kim Won-ho.
Fokus dan kerja keras menjadi kunci utama bagi mereka dalam menyambut turnamen-turnamen mendatang.
"Kami harus bekerja lebih keras lagi," tambah Kim Won-ho.
Status sebagai juara bertahan di ajang Kejuaraan Dunia tidak membuat pasangan Korea Selatan ini menyia-nyiakan persiapan.
"Meski menang tahun lalu, yang lalu tetap sudah berlalu," tegas Seo Seung-jae.
Target besar mempertahankan takhta dunia kini menjadi pendorong utama semangat berlatih mereka.
"Kami harus bekerja keras untuk membukukan kemenangan kedua beruntun," sambung Seo Seung-jae.
Di sisi lain, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri menilai persaingan di tingkat teratas ganda putra masih berlangsung sangat ketat.
"Sebetulnya yang saya lihat masih imbang sih. Kemarin pun kita menang ya enggak mudah juga. Dan memang mungkin kemarin kita lebih siap aja dibanding pasangan Korea," jelas Muhammad Shohibul Fikri saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung pada Rabu, 12 Agustus 2026, seperti dilaporkan CNN Indonesia dan IDN Times.
Faktor teknis pendukung di arena pertandingan turut memengaruhi hasil akhir yang didapat kedua pasangan pada dua laga terakhir.
"Dan kondisi lapangan serta kondisi shuttlecock juga mungkin kita berdua nyaman. Jadi mungkin itu jadi ada faktor keberuntungan juga," papar Muhammad Shohibul Fikri.
Meski bersaing sengit di lapangan, hubungan pribadi antaratlet tetap terjalin secara harmonis di luar arena pertandingan.
"Ya memang hubungan kita di luar lapangan sangat baik ya. Mereka ramah sekali, Kim/Seo. Dan beberapa waktu yang lalu juga, di Singapura atau mana ya, Seo sempat datang ke kamar juga memberikan sesuatu gitu, memberikan untuk kami.
Ya memang sangat baik sih mereka berdua. Jadi kita pun ya baik juga terhadap meeka," aku Muhammad Shohibul Fikri.
Rasa saling menghormati antara kedua ganda putra papan atas ini turut mempererat komunikasi di luar lapangan.
"Kami berdua saling menghormati dan memahami satu sama lain di dalam serta di luar lapangan," ungkap Fajar Alfian dilansir dari TNews.
Semangat sportivitas menjadi landasan utama bagi kedua pasangan saat bertanding dalam kejuaraan resmi.
"Kami ingin memperlihatkan bahwa persahabatan tetap bisa terjalin meskipun dalam situasi yang kompetitif," tambah Muhammad Shohibul Fikri.
Sikap saling menghormati ini juga disambut baik oleh kubu pasangan Korea Selatan.
"Kami senang bisa bersaing dengan mereka," kata Kim Won-ho.
Saat ini Kim/Seo memimpin peringkat BWF dengan total 119.899 poin, disusul Fajar/Fikri di posisi kedua dengan capaian 94.053 poin. Kedua pasangan hanya bisa berhadapan kembali pada Kejuaraan Dunia 2026 jika sama-sama berhasil menembus laga puncak.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow