Startup Chip AI Olix Raih Valuasi Rp 60 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Nilai perusahaan rintisan pengembang semikonduktor kecerdasan buatan, Olix, melonjak hingga tiga kali lipat dalam kurun waktu enam bulan. Pencapaian ini meroketkan valuasi perusahaan besutan James Dacombe tersebut hingga menyentuh angka 2,5 miliar pound sterling atau sekitar Rp 60 triliun. Seperti dilansir dari Detik iNET, lonjakan nilai tersebut terjadi setelah perusahaan mengantongi pendanaan sebesar 232 juta pound sterling.

Putaran investasi ini dipimpin oleh firma asal New York, Fundomo, serta didukung perancang chip asal Inggris Arm, salah satu pendiri Netflix Reed Hastings, dan lembaga investasi AI pemerintah Inggris, Sovereign AI. Keberhasilan penggalangan dana ini memberikan dampak signifikan pada nilai kekayaan pendirinya. Sebelum putaran pendanaan berlangsung, Dacombe menguasai 38,6 persen saham Olix melalui Bletchley Industries.

Aset saham tersebut kini diperkirakan bernilai sekitar 946 juta pound sterling, meskipun porsi kepemilikan terbarunya belum dipublikasikan secara resmi.

Di sisi lain, Sovereign AI menilai kepemimpinan di balik startup semikonduktor ini memiliki peran yang sangat krusial. Kepala Divisi Ventura Sovereign AI, Josephine Kant, menyebut Dacombe sebagai salah satu pendiri paling penting di generasinya.

Startup yang berdiri pada 2024 ini memfokuskan pengembangannya pada chip inferensi AI. Semikonduktor khusus ini dirancang untuk menjalankan model kecerdasan buatan secara lebih efisien dibandingkan chip konvensional. Pengembangan chip buatan Olix juga diklaim mampu memangkas biaya operasional sistem AI sekaligus meningkatkan kinerjanya. Hal ini lantaran sistem pemrosesannya tidak bergantung pada komponen memori tertentu yang pasokannya saat ini sangat terbatas di pasar global.

Awalnya, entitas bisnis ini beroperasi dengan nama Flux di bawah naungan Bletchley Industries. Perusahaan induk ini juga membawahi CoMind, inovasi teknologi medis yang fokus pada pemantauan aktivitas otak non-invasif. Olix kini masuk dalam jajaran startup teknologi yang berambisi menantang dominasi Nvidia. Sebagaimana diketahui, GPU buatan Nvidia saat ini memegang kendali utama dalam pasar pelatihan dan pemrosesan model AI tingkat lanjut.

Guna merealisasikan ambisi tersebut, perusahaan mematok target jangka panjang untuk arsitektur produknya. Olix berencana menyelesaikan desain chip DX-1 pada tahun ini sebelum memulai produksi massal secara bertahap pada akhir 2027. Perjalanan karir pendirinya sendiri terbilang unik dan di luar jalur formal.

Dacombe yang tumbuh di Harrogate, Inggris utara, mempelajari pemrograman secara otodidak pada usia 13 tahun dengan membuat berbagai aplikasi dan situs web. Setelah meninggalkan Ashville College, ia sempat masuk ke St Aidan's and St John Fisher pada 2017, namun memilih keluar hanya dalam waktu dua hari. Ia kemudian mendirikan CoMind pada 2018 untuk menciptakan alat pemantau otak tanpa tindakan operasi.

Langkah wirausahanya makin terakselerasi setelah ia bergabung dengan Thiel Fellowship pada 2022. Program yang digagas oleh salah satu pendiri PayPal, Peter Thiel, ini memberikan dana hibah serta bimbingan bagi pengusaha muda yang memilih fokus membangun bisnis ketimbang menempuh pendidikan perguruan tinggi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed