Siloam Investasi Rp1 Triliun Kembangkan Teknologi Bedah Robotik

Smallest Font
Largest Font

Siloam International Hospitals menginvestasikan dana hampir Rp1 triliun untuk pengembangan teknologi bedah robotik guna menghadirkan layanan medis yang aman, presisi, dan berkualitas di Jakarta pada Sabtu (18/7/2026).

Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat kapabilitas sistem kesehatan nasional sekaligus memelopori layanan bedah berteknologi tinggi di Indonesia, seperti dilansir dari Investor Daily.

“Selama lima tahun ini kami menginvestasikan hampir Rp1 triliun untuk bedah robotic,” ungkap David Utama, Presiden Director Siloam International Hospitals.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa investasi ini bertujuan agar masyarakat dapat mengakses fasilitas kedokteran modern tanpa harus pergi ke luar negeri.

“Siloam International Hospitals terus memperkuat kapabilitas klinis dan telah memelopori layanan bedah robotik selama setahun terakhir di berbagai disiplin, termasuk ortopedi, urologi, bedah digestif, dan neurologi. Dengan tujuh sistem robotik yang beroperasi di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar, Siloam telah membangun salah satu ekosistem bedah robotik paling komprehensif di Indonesia, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan bedah berteknologi tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri,” papar David.

Pengembangan ini menitikberatkan pada aspek ketepatan tindakan serta percepatan masa pemulihan pasien pascaoperasi.

“Melalui pendekatan ini, setiap inovasi diarahkan untuk memberikan manfaat nyata berupa tindakan yang lebih presisi, lebih aman, pemulihan yang lebih cepat, dan hasil klinis yang lebih baik,” tambah David.

Penerapan teknologi baru tersebut diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan tata kelola klinis yang terukur.

“Hal ini mencakup investasi pada pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis, penelitian, dan budaya pembelajaran yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa transformasi layanan kesehatan terjadi ketika inovasi diterapkan secara bertanggung jawab dan konsisten menghasilkan luaran klinis yang lebih baik,” ujar David.

Langkah inovatif ini mendapatkan dukungan positif dari pihak regulator pembuat kebijakan kesehatan di Indonesia.

”Penguatan kompetensi tenaga kesehatan, pengembangan layanan berbasis teknologi, serta kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin aman, presisi, dan berkualitas. Inovasi bedah robotik tidak hanya mendorong kemajuan praktik bedah modern, tetapi juga memperkuat kapabilitas sistem kesehatan nasional agar masyarakat dapat mengakses layanan berstandar global lebih dekat dengan rumah,” kata dr Yanti Herman, SH, MH.Kes, Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan.

Evaluasi klinis internal rumah sakit menunjukkan penurunan risiko komplikasi yang signifikan melalui penggunaan sistem canggih Da Vinci Xi dibandingkan metode bedah konvensional.

“Pada penggunaan sistem bedah robotik Da Vinci Xi, penelitian menunjukkan lama rawat inap hampir dua hari lebih singkat, risiko komplikasi pascaoperasi 44% lebih rendah, dan risiko kematian dalam 30 hari hingga 46% lebih rendah. Dibandingkan laparoskopi konvensional, Da Vinci Xi juga menurunkan risiko konversi ke bedah terbuka sebesar 56% dan komplikasi pascaoperasi sebesar 10%,” kata dr Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer, Siloam International Hospitals.

Untuk mengoptimalkan teknologi ini, Siloam Hospitals Kebon Jeruk ditetapkan menjadi pusat unggulan bedah robotik lintas disiplin.

“Didukung oleh 10 dokter bedah robotik tersertifikasi, Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah melakukan lebih dari 100 prosedur bedah robotik sejak mengoperasikan sistem Da Vinci Xi pada 2025, mencakup berbagai prosedur di bidang ortopedi, urologi, bedah digestif, dan spesialisasi lainnya,” ujar Inge Samadi, Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

Data dari internal rumah sakit mencatat adanya efisiensi waktu rawat inap bagi pasien yang menjalani operasi penggantian sendi lutut.

“Berdasarkan evaluasi klinis internal Siloam, pemanfaatan bedah robotik menunjukkan manfaat yang terukur dalam aspek presisi, keselamatan, dan pemulihan pasien. Melalui Siloam Knee Arthroplasty Registry yang membandingkan operasi lutut robotik dan konvensional dari empat rumah sakit Siloam, kami menemukan tingkat keamanan yang setara, dengan 0% readmisi 30 hari dan 0% infeksi pada kedua kelompok. Namun, pasien yang menjalani prosedur robotik menunjukkan pemulihan lebih cepat dengan rata-rata lama rawat inap 4,5 hari dibandingkan 6,2 hari pada prosedur konvensional," papar dr Grace.

Akurasi tindakan bedah penggantian sendi lutut ini terbukti konsisten dengan standar medis internasional.

"Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian internasional yang menunjukkan bahwa teknologi robotik mendukung tingkat presisi yang tinggi dalam operasi penggantian sendi lutut,” tambah dr Grace.

Manfaat langsung dari teknologi medis ini turut dirasakan oleh pasien yang menjalani penanganan ortopedi di fasilitas tersebut.

“Pemulihannya lebih cepat dan tidak ada rasa sakit. Saya percaya Siloam Hospitals Kebon Jeruk karena sudah berstandard global,” ujar Sutinah Irsan, pasien Total Knee Replacement (TKR).

Pihak rumah sakit terus berupaya memperluas jaringan kemitraan ilmiah agar keahlian bedah robotik dapat tersebar luas.

"Kemajuan bedah robotik bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi hasil klinis yang lebih baik, pemulihan yang lebih optimal, dan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien. Melalui kolaborasi dan pembelajaran yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan bedah berstandard global dan memperoleh manfaat dari inovasi ini di dalam negeri," tutup dr Grace.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed