Shamrock Rovers Jamu KF Egnatia di Kualifikasi Liga Europa

Smallest Font
Largest Font

Shamrock Rovers menjamu juara Albania KF Egnatia pada laga leg pertama putaran ketiga kualifikasi Liga Europa di Stadion Tallaght, Selasa malam pukul 20.00 waktu setempat. Laga ini menjadi momentum kebangkitan Rovers usai tersingkir secara menyakitkan dari kualifikasi Liga Champions oleh Ararat-Armenia dengan agregat 3-2.

Kemenangan agregat atas KF Egnatia akan memastikan langkah skuat asuhan Stephen Bradley melaju ke fase liga kompetisi Eropa untuk ketiga kalinya secara beruntun. Pemenang duel ini dijadwalkan bertemu pemegang Piala Norwegia, Lillestrøm SK, di babak playoff Liga Europa.

Sementara itu, tim yang kalah bakal terlempar ke babak playoff Conference League untuk menghadapi tim yang kalah dari laga kualifikasi Liga Europa antara KuPS Kuopio asal Finlandia melawan Universitatea Craiova dari Rumania. Keberhasilan menembus fase grup juga berpotensi memberikan ganjaran dana hadiah minimal dari UEFA sebesar 3,1 juta euro.

Shamrock Rovers menatap laga ini setelah bermain imbang tanpa gol melawan Drogheda pada lanjutan liga domestik hari Jumat lalu. Hasil tersebut tetap menjaga keunggulan tujuh poin mereka di puncak klasemen meski sang pelatih merombak susunan pemain.

Dalam laga domestik tersebut, pemain anyar Will Fitzgerald mencatatkan debutnya bersama tim. Namun, Rovers masih harus tampil tanpa sejumlah pilar yang cedera seperti Dan Cleary, Danny Grant, Victor Ozhianvuna, John McGovern, dan Connor Malley.

Di sisi lain, lawan mereka KF Egnatia melangkah ke Dublin setelah kalah adu penalti dari klub Slovenia Celje dalam agregat ketat 5-5. Klub Albania tersebut terbukti memiliki lini serang produktif dengan mencetak total 12 gol dari dua putaran kualifikasi Eropa musim ini.

Pelatih kepala Shamrock Rovers, Stephen Bradley, menegaskan komitmen timnya untuk tidak menurunkan standar permainan di level Eropa.

"Tentu saja iya, ya," kata Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Ia menepis anggapan bahwa timnya hanya akan berpuas diri dengan pencapaian yang ada.

"Namun tidak ada yang berpikir seperti itu. Kami di sini untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kami tidak pernah mengatakan hal yang berbeda dan tahun ini pun tidak ada bedanya," ujar Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Bradley menekankan menjaga ambisi tinggi merupakan kunci keberlanjutan klub.

"Itulah tujuannya, selalu menjadi tujuannya dan hari di mana kami menerima hasil yang kurang dari itu, kami menerima standar yang lebih rendah dan itu bukan hal yang kami lakukan," tutur Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Ia juga menyadari dinamika yang terjadi di dunia olahraga profesional.

"Kami bermain di level tinggi dan terkadang Anda akan kalah dalam pertandingan yang seharusnya Anda menangkan, [dan] sebaliknya," puji Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Tantangan tersebut dinilainya sebagai bagian alami dari perjalanan tim.

"Dalam sepak bola, dan dalam olahraga, ada lebih banyak pasang surut dan ada lebih banyak pukulan daripada tidak dan kami tahu itu. Namun kami tidak pernah menghindar dari tujuan kami setiap tahun untuk menjadi lebih baik dan itu tidak akan berubah tahun ini," ucap Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Ia menambahkan bahwa ekspektasi publik dan klub kini telah berubah signifikan.

"Saya pikir hari-hari di mana sebuah tim memenangkan satu putaran dan orang-orang bahagia, atau memenangkan dua putaran dan orang-orang bahagia, hari-hari itu sudah lama berlalu. Dan memang seharusnya begitu," terang Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Mengenai kekuatan lawan, Bradley menilai klub Albania itu sebagai ujian terberat yang mereka hadapi musim ini.

"Saya pikir mereka adalah yang terbaik yang akan kami hadapi sejauh tahun ini, mereka memainkan sistem yang mirip dengan kami. Mereka memainkannya sedikit berbeda tetapi sistemnya mirip. Pemain-pemain bagus, gelandang-gelandangnya sangat teknis, sangat bagus," kata Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Ia juga menyoroti kondisi lini depan tim lawan menjelang laga.

"Saya tidak yakin apakah penyerang [pemain Pantai Gading Soumaila Bakayoko] akan fit. Dia mengalami cedera hamstring di pertandingan pertama melawan Celje, jadi jika dia bermain, dia adalah pemain yang bagus. Saya pikir mereka adalah yang terbaik yang pernah kami lawan di antara Floriana dan Ararat," tambah Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Produktivitas KF Egnatia juga menjadi perhatian khusus bagi barisan pertahanan Rovers.

"Merek mencetak gol, Anda melihatnya saat melawan Celje, mereka mencetak banyak gol. Saya yakin mereka merasa telah melakukan hal yang cukup untuk lolos di kedua pertandingan," jelas Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Bradley menilai kekuatan menyerang lawan patut diwaspadai berdasarkan rekam jejak domestik mereka.

"Itu adalah pertandingan yang seimbang sejujurnya, tetapi di kedua pertandingan mereka memiliki peluang yang sangat bagus untuk lolos. Mereka mencetak gol dan jika Anda melihat mereka secara domestik, mereka mencetak gol musim lalu, dan dari berbicara dengan orang-orang di sana, mereka adalah tim menyerang yang bagus," puji Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Ia juga meminta anak asuhnya untuk fokus pada performa sendiri seperti laga kandang sebelumnya.

"Kita hanya perlu melakukan apa yang kita lakukan, kita tahu di level apa kita bisa bermain. Pertandingan terakhir di kandang, saya pikir jika kita bermain seperti itu, saya pikir sembilan dari 10 kali Anda akan lolos," terang Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Bradley meyakini timnya hanya perlu membenahi detail kecil untuk meraih kemenangan.

"Peluang yang kami ciptakan. Bahkan di laga tandang, itu sangat bagus sampai pada satu titik. Jadi kami tidak jauh dari itu. Hanya merapikan hal-hal kecil," tegas Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Mengulas laga domestik terakhir melawan Drogheda, Bradley menilai hasil imbang tersebut merupakan poin penting.

"Kami perlu melupakan hal lain; ini tentang kami. Drogheda selalu menjadi tempat yang sulit untuk dikunjungi; tidak pernah ada yang berbeda apakah itu di awal tahun atau di akhir. Satu poin adalah satu poin dan kami melanjutkan melangkah," kata Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Ia turut mengapresiasi penampilan para pemain pelapis dan pemain anyar Will Fitzgerald pada laga tersebut.

"Saya pikir mereka sangat bagus tetapi sekali lagi, kami tahu itu sekarang dan telah melihatnya dalam beberapa minggu terakhir. Para pemain yang masuk siap dan tidak ada keraguan mereka siap dan kami melihatnya pada hari Jumat, mereka sangat bagus. Di malam lain kami mencetak beberapa gol.

Saya pikir Will sangat bagus, dia kecewa karena tidak mencetak dua gol, dia kecewa di ruang ganti setelahnya. Bagi seseorang yang baru berlatih bersama kami selama sehari, saya pikir kita melihat apa yang akan dia bawa ke tim. Permainan langsung itu, kualitas di sepertiga akhir dan seperti yang terus saya katakan, kepemimpinan.

Dia adalah seorang pemimpin untuk Sligo, dan dia akan membawanya kepada kami," ungkap Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Bradley mengonfirmasi bahwa gaya main KF Egnatia sudah dipantau secara langsung.

"Mereka memainkan sistem yang sangat mirip dengan kami. Saya pikir dari tiga tim yang telah kami lawan sejauh ini di Eropa, saya pikir mereka adalah tim terbaik. Mereka adalah tim yang sangat menyerang, telah mencetak banyak gol di pertandingan sebelumnya (enam di putaran kualifikasi pertama Liga Champions dan lima dalam dua leg melawan Celje di putaran kedua).

Mereka adalah tim yang sangat berbahaya. Saya telah berbicara dengan Leon Pohls yang bermain di sana, apa yang dikatakan Leon adalah apa yang kami lihat. Egnatia adalah tim yang sangat bagus," ujar Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Mengenai kondisi kebugaran skuat utama, Bradley mengonfirmasi tidak ada cedera baru usai laga domestik.

"Semua orang baik-baik saja setelah hari Jumat, beberapa benturan biasa yang normal. Kami masih tanpa Dan Cleary, Danny Grant, Victor Ozhianvuna dan John McGovern dan juga Connor Malley jadi besok masih terlalu dini bagi mereka. Kami berharap bisa mendapatkan kembali beberapa pemain, jika tidak untuk Dundalk pada hari Jumat, maka kami akan lihat untuk minggu depan," pungkas Stephen Bradley, Pelatih Kepala Shamrock Rovers.

Gelandang Shamrock Rovers Dylan Watts menegaskan pentingnya melaju ke fase grup bagi iklim sepak bola Irlandia.

"Saya pikir begitu," kata Dylan Watts, Gelandang Shamrock Rovers.

Ia menyoroti peran penting kompetisi Eropa bagi perkembangan klub Liga Irlandia.

"Terutama jika Anda berpikir bahwa Conference League sangat masif bagi tim-tim seperti League of Ireland," ungkap Dylan Watts, Gelandang Shamrock Rovers.

Watts menegaskan target utama timnya pada kualifikasi musim ini.

"Tujuannya haruslah fase liga bagi kami. Saya tidak yakin tentang tim lain, tetapi itu jelas merupakan tujuan kami," tegas Dylan Watts, Gelandang Shamrock Rovers.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed