Saham BBCA Anjlok ke Rp 6.300 Usai Investor Asing Lepas Portofolio

Smallest Font
Largest Font

Langkah investor asing yang membalikkan arah transaksi memicu penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Dilansir dari Investor Daily, saham emiten perbankan ini terkoreksi 1,18 persen menuju level Rp 6.300 pada sesi perdagangan Selasa (11/8/2026).

Aksi lepas portofolio oleh pemodal mancanegara menghasilkan catatan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 64,83 miliar. Kondisi ini berbanding terbalik dari hari sebelumnya, Senin (10/8/2026), yang sempat membukukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp 71,99 miliar.

Aktivitas perdagangan saham berkapitalisasi besar ini mencatatkan volume 112,49 juta lembar. Total nilai transaksi yang terhimpun mencapai Rp 704,82 miliar melalui frekuensi perdagangan sebanyak 35.465 kali. Pergerakan harga saham berkode BBCA tersebut masih bertahan pada kisaran Rp 6.000-an dalam rentang waktu sebulan terakhir.

Melihat fluktuasi harga yang terjadi, sejumlah lembaga sekuritas membagikan analisis serta panduan teknikal untuk para investor.

Mandiri Sekuritas menempatkan BBCA ke dalam daftar rekomendasi swing trade. Investor disarankan melakukan koreksi posisi atau stop loss apabila harga merosot hingga Rp 6.150.

Strategi perdagangan dari Mandiri Sekuritas mematok area masuk pada level harga Rp 6.450. Sasaran penguatan harga diproyeksikan sanggup menyentuh target Rp 7.000.

Proyeksi Kinerja Semester II-2026

Sementara itu, Samuel Sekuritas memperkirakan laju laba bersih bank swasta terbesar ini tetap berada di level moderat selama paruh kedua tahun 2026. Proyeksi ini dipengaruhi oleh potensi kenaikan biaya operasional dan biaya kredit yang berpeluang merambat naik menuju kisaran 60 basis poin.

Meski demikian, pemulihan margin bunga bersih (NIM) diprediksi menjadi penahan tekanan bagi kinerja keuangan perseroan. Samuel Sekuritas memproyeksikan NIM BBCA berada di rentang 5,5 persen hingga 5,9 persen pada semester II-2026, melampaui panduan resmi manajemen di angka 5,4 persen sampai 5,6 persen.

Peningkatan yield kredit korporasi dan hasil reinvestasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang naik sekitar 60 basis poin secara kuartalan turut menopang perbaikan margin. Atas pertimbangan tersebut, Samuel Sekuritas menetapkan rekomendasi beli dengan target harga Rp 7.150 berdasarkan estimasi rasio P/B 2,8 kali untuk tahun 2026.

Peluang Investasi di Tengah Tekanan Harga

Penilaian optimis juga disampaikan oleh KB Valbury Sekuritas yang menyarankan aksi beli dengan target harga Rp 9.480. Proyeksi tersebut didasarkan pada perhitungan valuasi price to book value (P/B) sebesar 3,8 kali untuk perkiraan tahun 2026.

KB Valbury Sekuritas menilai koreksi harga yang dialami BBCA belakangan ini menciptakan momentum masuk yang menguntungkan. Pasalnya, saham perbankan ini sedang diperdagangkan dengan tingkat diskon yang relatif dalam dari estimasi P/B 2026 di level 2,5 kali.

Dukungan senada diberikan oleh MNC Sekuritas yang merekomendasikan beli dengan patokan target harga Rp 8.700. Angka target ini merefleksikan asumsi rasio PBV sebesar 3,4 kali untuk estimasi 2026 dan 3 kali untuk perkiraan tahun 2027, meskipun NIM semester I-2026 masih dalam kondisi tertekan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed