Intelijen Barat Ungkap Rusia Lancarkan Sabotase Pabrik Senjata NATO

Smallest Font
Largest Font

Sumber-sumber intelijen Barat mengeklaim Rusia telah melancarkan gelombang baru serangan sabotase terhadap pabrik persenjataan negara-negara NATO di Eropa pada Senin (24/8/2026). Operasi ini dilancarkan guna menguji tekad aliansi tanpa memicu klausa pertahanan bersama Pasal 5 NATO.

Laporan dari The Telegraph mengungkapkan bahwa Kremlin memanfaatkan strategi yang memungkinkan Moskow menyangkal keterlibatannya secara langsung. Intelijen meyakini pihak Rusia merekrut anggota geng kriminal lokal untuk melakukan perusakan terhadap fasilitas produsen pertahanan sekutu.

Insiden terbaru terjadi di Estonia ketika sebuah bangunan milik Milrem Robotics di Tallinn dibakar pada 15 Agustus. Perusahaan tersebut merupakan salah satu dari dua pemasok asing kendaraan darat nirawak bagi angkatan bersenjata Ukraina.

Menanggapi aksi pembakaran tersebut, pihak berwenang Latvia menangkap tiga warganya yang dicurigai terlibat dalam serangan ke produsen drone di negara tetangga tersebut. Perdana Menteri Estonia Kristen Michal mengatakan penyidik sedang menyelidiki apakah insiden tersebut merupakan aksi sabotase dan apakah Rusia terlibat.

Rangkaian aksi perusakan terhadap rantai pasokan militer Ukraina juga terdeteksi di beberapa wilayah NATO lainnya. Bulan ini, ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah produsen senjata besar di Italia dan Bulgaria, sementara kebakaran melanda pabrik drone di Republik Ceko awal tahun ini.

Seorang pejabat NATO menambahkan, "Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah mempercepat kampanye destabilisasi terhadap negara-negara anggota melalui serangan siber, upaya pembunuhan, dan aksi sabotase."

Aksi perang hibrida ini dinilai bertujuan memicu ketegangan internal aliansi sekaligus menghambat bantuan militer ke Kyiv. Hal ini dikonfirmasi oleh pejabat aliansi lainnya saat memetakan eskalasi konflik sejak invasi ke Ukraina pada Februari 2022.

"perang hibrida" Kremlin, menurut pejabat NATO lainnya, bertujuan meningkatkan ketegangan di antara negara-negara anggota aliansi sekaligus menghalangi dukungan terhadap Ukraina.

Di Lithuania, aparat penegak hukum telah mendakwa enam orang terkait upaya pembakaran pabrik yang memasok pemindai gelombang radio kepada militer Ukraina. Penyelidikan terhadap jaringan pelaku sabotase lokal di seluruh Eropa hingga kini masih terus berlanjut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed