Restrukturisasi Utang Whoosh Momentum Perbaiki Pembiayaan

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Indah Handayani 10 Aug 2026 | 13:32 WIB

Pengamat perbankan yang juga mantan Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Dr A Iskandar Zulkarnain

JAKARTA, investor.id – Restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) dinilai dapat menjadi momentum untuk memperbaiki struktur pembiayaan sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap pengelolaan proyek infrastruktur strategis.

Pemerintah saat ini memfinalkan skema restrukturisasi kewajiban pembiayaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kajian teknis dan finansial disebut telah rampung, sedangkan proses administrasi memasuki tahap akhir sebelum penandatanganan resmi.

Sejumlah opsi pendanaan turut dikaji, termasuk penggunaan instrumen di luar APBN, perpanjangan tenor pinjaman dari 40 tahun menjadi 60 tahun, serta pemanfaatan efisiensi anggaran sekitar Rp5,60 triliun untuk mendukung penyelesaian kewajiban proyek.

Pengamat perbankan yang juga mantan Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Dr A Iskandar Zulkarnain menilai, restrukturisasi merupakan langkah yang tepat selama dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tetap menjaga disiplin fiskal.

“Yang terpenting bukan sekadar memindahkan kewajiban, tetapi memastikan struktur pembiayaan menjadi lebih sehat sehingga proyek dapat terus memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (10/8/2026).

Menurut Iskandar, proyek infrastruktur berskala besar memiliki karakter investasi jangka panjang sehingga membutuhkan struktur pembiayaan yang fleksibel. Karena itu, restrukturisasi utang merupakan hal yang lazim untuk menjaga kesinambungan proyek tanpa mengganggu stabilitas keuangan.

Bukan Sekadar Laba

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Libur Sekolah, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh Sentuh 573.780

International 4 menit yang lalu Mojtaba Khamenei Muncul Pertama Kali di Depan Publik usai Menghilang Mojtaba Khamenei muncul pertama kali usai 5 bulan menghilang. Temui Presiden Pezeshkian bahas ekonomi & militer Iran.

Market 4 menit yang lalu DSSA Berubah Haluan, Saham Bersiap Masuk Babak Baru DSSA atau Dian Swastatika Sentosa, emiten Grup Sinar Mas, tengah mengubah haluan bisnis. Saham DSSA masuk babak baru?

Market 8 menit yang lalu Saham HRTA dan MDKA Anti Badai saat IHSG Merosot Saham HRTA dan MDKA anti badai saat IHSG merosot pada sesi II perdagangan, Senin (10/8/2026).

Business 16 menit yang lalu Kementerian PU Garap Pengolahan Sampah Terpadu di Mataram Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

InveStory 19 menit yang lalu Penjaminan Polis Asuransi LPS: Mampukah Meningkatkan Kepercayaan Terhadap Industri Asuransi? PPP dan persiapan LPS dinilai positif karena dapat meningkatkan kepercayaan dan kepesertaan masyarakat serta mendorong premi asuransi lebih

Market 25 menit yang lalu Harga Emas Hari Ini, Senin 10 Agustus 2026, di BSI, HRTA, Lotus Archi & Minigold Simak harga emas di BSI, HRTA (Emasku), dan Minigold terlihat stabil, sedangkan Lotus Archi malah turun pada hari ini, Senin 10 Agustus 2026

Tag Terpopuler

Terpopuler

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 9 Agustus 2026, Cek Rinciannya Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Senin 10 Agustus 2026 Harga Emas Bersiap Tembus US$ 4.500, Pasar Kompak Bullish

Penulis : Indah Handayani 10 Aug 2026 | 13:32 WIB

Iskandar mengatakan, proyek transportasi publik tidak seharusnya dinilai hanya dari kemampuan menghasilkan laba dalam jangka pendek. Manfaat ekonomi seperti peningkatan konektivitas, efisiensi waktu perjalanan, penurunan biaya logistik, pertumbuhan pusat ekonomi baru, dan peningkatan produktivitas juga perlu diperhitungkan.

Ia mencontohkan, pengembangan kereta cepat di Jepang, Prancis, Spanyol, dan China yang menggunakan perspektif investasi jangka panjang. Sejumlah jaringan membutuhkan waktu untuk mencapai tingkat keuntungan yang memadai, tetapi tetap dipertahankan karena memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

“Dalam investasi layanan publik, ukuran keberhasilan bukan semata-mata laba rugi operator, melainkan besarnya manfaat ekonomi dan sosial yang diterima masyarakat,” katanya.

Keterlibatan Kementerian Keuangan, lanjut Iskandar, diharapkan memberikan kepastian terhadap penyelesaian kewajiban sekaligus memperbaiki profil arus kas KCIC. Dengan demikian, perusahaan memiliki ruang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan.

Menurutnya, keberhasilan restrukturisasi Whoosh akan menjadi tolok ukur kemampuan pemerintah mengelola pembiayaan proyek strategis nasional. Struktur pembiayaan yang lebih sehat juga berpotensi menjadi referensi bagi pengembangan dan pembiayaan proyek infrastruktur Indonesia di masa mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed