BRI Danareksa Rekomendasikan PTRO BRPT UNVR Saat IHSG Berpeluang Menguat

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Rekomendasi tiga saham pilihan diberikan oleh BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Tiga emiten yang direkomendasikan mencakup PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), seperti dilansir dari Investor Daily.

Pergerakan saham PTRO dicatat berhasil breakout dan bertahan di atas area 4.560. Indikator MA20 yang menanjak serta MACD positif menunjukkan momentum bullish masih terjaga. Peluang penguatan menuju target 4.910–5.200 tetap terbuka selama level support tersebut bertahan.

Pencapaian dua kontrak jasa pertambangan batu bara turut menopang prospek emiten ini. Kontrak tersebut diraih dari PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) serta PT Cakrawala Bara Persada (CBP), yang merupakan anak usaha tidak langsung dari emiten SINI.

Sementara itu, momentum bullish juga dipertahankan oleh saham BRPT setelah breakout dari resistance trendline. Peluang penguatan menuju rentang 1.870 hingga 2.020 masih terbuka selama harganya bertahan di atas 1.780.

Aksi akumulasi investor asing turut memperkuat posisi emiten tersebut. Investor asing mencatatkan akumulasi pembelian saham BRPT sebesar Rp 106 miliar di pasar reguler sepanjang sepekan terakhir.

Pada sektor barang konsumen, saham UNVR mengonfirmasi keberhasilan breakout dari neckline 1.740. Keberhasilan pola double bottom ini memperbesar peluang pergerakan harga.

“Selama mampu bertahan di atas level tersebut, peluang melanjutkan penguatan menuju area 1.785–1.810 tetap terbuka,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan Senin (3/8/2026).

Penilaian valuasi saham UNVR juga dinilai masih cukup menarik oleh BRI Danareksa. Target harga sebesar 2.200 ditetapkan berdasarkan perkiraan price-to-earnings (P/E) 19,8 kali untuk proyeksi laba tahun 2026, atau berada 0,5 standar deviasi di bawah rata-rata historis tiga tahun.

Laju IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan

Penguatan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan bulan Juli dengan kenaikan 10,51% setelah ditutup menguat 0,81% ke level 6.236,1. Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi serta optimisme hasil earning season semester I-2026 dari emiten berkapitalisasi besar menjadi pendorong utama.

Pelaku pasar pekan ini akan memantau rilis data ekonomi penting seperti PMI Manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, cadangan devisa, PDB Indonesia, serta data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat. Rekam jejak historis 10 tahun terakhir menunjukkan bulan Agustus mencatatkan probabilitas penguatan IHSG sebesar 90%.

Prospek teknikal menunjukkan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas support 6.180–6.200. Target pergerakan selanjutnya adalah menguji area resistance 6.300–6.380, meskipun volatilitas diperkirakan meningkat.

Pasar saham global turut ditutup positif pada sesi perdagangan terakhir. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,53% ke level 52.485, S&P 500 naik 0,7% ke 7.489,8, dan Nasdaq Composite menguat 1% ke posisi 25.373,8.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed