Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan Diduga Usai Santap Menu MBG

Smallest Font
Largest Font

Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami keracunan masal usai menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026). Hingga Rabu (2/9/2026) dini hari, jumlah korban terdampak dari lingkungan pesantren mencapai 424 santri.

Gejala kesehatan seperti pusing, mual, muntah, hingga diare mulai dirasakan para santri beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB. Selain di Ponpes Manbaul Hikam, kejadian serupa juga dilaporkan melanda 18 lembaga pendidikan lain penerima pasokan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah.

Bupati Sidoarjo Subandi mengimbau para wali santri agar tetap tenang dan menegaskan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di delapan rumah sakit rujukan.

"Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua," ujar Subandi.

Pemerintah daerah bergerak cepat menanggulangi insiden ini serta menjamin seluruh proses evakuasi berjalan lancar. Subandi juga merencanakan peninjauan langsung ke fasilitas penyedia makanan guna mendalami penyebab utama kejadian tersebut.

"Besok kita akan cek ke lokasi SPPG yang ada di Tanggulangin, kenapa sampai terjadi seperti ini. Tugas kita sebagai kepala daerah adalah pengawasan," tandas Subandi.

Penanganan di fasilitas kesehatan difokuskan pada pemulihan kondisi fisik para santri yang sebagian besar mengeluhkan gangguan pencernaan ringan hingga sedang.

"Persoalannya hanya diare-diare saja. Insyaallah tinggal pemulihan. Semua sudah didata oleh pondok, jadi tidak ada kekhawatiran terhadap orang tua," ujar Subandi.

Subandi menepis kabar bohong yang beredar luas di media sosial terkait adanya korban jiwa dalam musibah keracunan masal ini.

"Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit semua sudah termonitor semua, ya. Ini tadi yang sudah sembuh-sembuh tak suruh pulangkan. Berarti tidak ada bahasa yang meninggal itu tidak ada, ya. Tidak ada yang meninggal," kata Subandi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Gizi Nasional (BGN) turut memantau perkembangan penanganan medis seluruh korban di lapangan.

“Kami tanyakan ke BGN, tidak ada info soal santri yang meninggal dunia,” kata Emil Dardak.

Pasca-kunjungan ke RSUD Notopuro Sidoarjo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan tim medis memberikan perawatan optimal yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap pasien.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Emil.

Guna mencegah timbulnya korban tambahan, pemerintah mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara operasional fasilitas penyedia masakan terkait.

"Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9)," katanya.

Pengawasan lanjutan dilakukan ke sekolah-sekolah penerima manfaat guna menginventarisasi kemungkinan adanya siswa yang belum terevakuasi.

"Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis," kata Emil.

Pendamping SPPG di lokasi pesantren memerinci jenis hidangan yang dikonsumsi para santri saat jam makan siang tersebut.

"Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel," kata Serka Andik.

Salah satu santriwati yang menjadi korban membeberkan indikasi adanya kejanggalan pada rasa sayuran yang disajikan dalam paket makanan tersebut.

"Yang dimakan nasi putih, telur orak-arik, tempe kayak bali, gak pedes. Sayur gak habis, yang kecut dari sayurnya," tutur Syaza.

Jajaran kepolisian dari Polresta Sidoarjo bersama instansi terkait mendampingi proses evakuasi dan pengamanan di rumah sakit tempat para santri dirawat.

"Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan aman dan tim medis telah melakukan penanganan secara maksimal," kata Kombes. Pol. Christian Tobing.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat total korban dari Ponpes Manbaul Hikam dan lembaga pendidikan sekitar mencapai 448 orang, dengan 173 santri di antaranya telah diperbolehkan pulang per Rabu (2/9/2026) dini hari.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed