Prabowo Targetkan Indonesia Bebas Impor Minyak dan LPG Dua Tahun
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan penghentian total impor minyak bumi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam waktu dua tahun guna mewujudkan swasembada energi nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam acara peluncuran program energi nasional di hadapan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Selasa (25/8/2026), dilansir dari Investor Daily.
Pemerintah bertekad mempercepat kemandirian energi untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri. Selain penghentian impor, Presiden menantang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyediakan pembangkit daya berkapasitas 100 GigaWatt (GW).
"Kita tidak boleh impor lagi, satu barel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insya Allah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi," tegas Presiden Prabowo.
Target ambisius ini diproyeksikan dapat selesai lebih cepat, mengacu pada keberhasilan percepatan program swasembada pangan yang mampu dipangkas dari empat tahun menjadi satu tahun.
"Kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi... Enggak lah, dua tahun lah. Kalau berhasil dua tahun, tim energi dapat bintang lagi yang saya kasih," ujar Presiden Prabowo.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh jajaran menteri yang dinilai memiliki keberanian serta komitmen tinggi dalam mengawal agenda strategis negara ini.
"Menteri-menteri Kabinet Merah Putih demikian semangat, semangat dan berani. Terima kasih semua unsur, hari ini hari penting... Selamat bekerja," pungkas Presiden Prabowo.
Tingginya konsumsi energi domestik yang tak seimbang dengan lifting minyak mentah selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat alokasi subsidi dan keluarnya devisa. Langkah swasembada akan difokuskan pada percepatan transisi energi, optimalisasi sumur minyak domestik, hilirisasi gas, serta pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow