Polrestabes Medan Tetapkan Tersangka Ledakan Rumah di Grand Polonia
Pemeriksaan maraton terhadap puluhan saksi dalam kasus ledakan rumah mewah di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan, resmi dinaikkan ke tahap penyidikan dengan penetapan tersangka oleh Polrestabes Medan pada Rabu (19/8/2026).
Insiden tragis akibat kebocoran pipa gas tanam tersebut menghancurkan bangunan tiga lantai pada Senin (20/7/2026) pukul 15.30 WIB, menewaskan tiga orang korban serta merusak rumah di sekitarnya dan tujuh unit mobil.
Pengusutannya melibatkan tim gabungan dari Inafis, Laboratorium Forensik, Ditreskrimum, Irwasda, hingga Propam Polda Sumut yang melangsungkan gelar perkara khusus untuk memfaktakan pelanggaran hukum yang terjadi.
"Yang jelas, sudah ada tersangka yang kita tetapkan," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Peningkatan status perkara ini diputuskan secara resmi usai pihak kepolisian merampungkan koordinasi mendalam bersama jajaran Polda Sumatera Utara.
"Kasus ini sudah naik sidik. Kita telah melakukan gelar perkara khusus yang dihadiri oleh Polda," jelas Jean Calvijn Simanjuntak.
Publik akan diberikan rincian mengenai konstruksi hukum serta identitas pihak yang dimintai pertanggungjawaban pada pengumuman resmi mendatang.
"Nanti kita akan sampaikan Minggu depan," pungkas Jean Calvijn Simanjuntak.
Kepastian mengenai waktu rilis penetapan tersangka tersebut kembali ditegaskan saat perwira menengah kepolisian itu berada di gedung DPRD.
"Minggu depan akan kita sampaikan ya," ucap Jean Calvijn Simanjuntak.
Landasan penetapan tersangka diperoleh setelah tim penyidik menggali keterangan dari puluhan orang yang berkaitan langsung dengan lokasi kejadian maupun instalasi gas.
"Sampai dengan saat ini ada sekurang-kurangnya 36 saksi yang sudah kita ambil keterangan," kata Jean Calvijn Simanjuntak.
Daftar saksi yang dimintai keterangan mencakup pihak pengelola perumahan, warga setempat, pekerja bangunan, hingga jajaran teknis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
"Jadi sampai saat ini ada 36 saksi. Ya mungkin bertambah," sambung Jean Calvijn Simanjuntak.
Selain analisis saksi, tim penyidik berfokus pada pembuktian fisik kebocoran gas metana yang berada tepat di bawah fondasi utama bangunan.
"Kami memastikan titik kebocoran. Kami gali di bagian bawahnya lebih kurang 3 sampai 4 hari. Di situ yang membutuhkan proses yang agak lama," ucap Jean Calvijn Simanjuntak.
Proses penggalian teknis dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan tenaga ahli guna menghindari timbulnya bahaya susulan di area reruntuhan.
"Kami sangat berhati-hati dengan cara menggali dengan melibatkan ahli konstruksi bangunan dengan tukang yang profesional untuk mengantisipasi supaya tidak ada ambruk lanjutan," tambah Jean Calvijn Simanjuntak.
Penyelidikan mendalam terus dilanjutkan guna merangkaikronologi kejadian secara utuh dari fase sebelum hingga sesudah ledakan terjadi.
"Mudah-mudahan tidak lama lagi kami akan menyampaikan proses secara utuh. Tidak hanya titiknya, tetapi bagaimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi, dan setelah ledakan," tandas Jean Calvijn Simanjuntak.
Penetapan status hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut turut dikonfirmasi oleh jajaran Satreskrim Polrestabes Medan.
"Benar sudah ada tersangka," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis.
Rincian lengkap mengenai nama tersangka dan sangkaan pasal akan diuraikan langsung oleh pimpinan kepolisian dalam konfrensi pers mendatang.
"Nanti kita rilis. Nanti pimpinan yang akan langsung menyampaikan," papar Adrian Risky Lubis.
Merespons perkembangan hukum ini, penyedia layanan gas menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses pengusutan hingga tuntas.
"Kami hormati dan masih menunggu hasil investigasi pihak kepolisian untuk melakukan langkah lanjutan. Terima kasih atas informasinya," kata Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan.
Korban tewas dalam insiden ledakan rumah nomor 3B ini teridentifikasi atas nama Jesika selaku istri pemilik rumah, Ros selaku asisten rumah tangga, dan Sinta yang bekerja sebagai baby sitter, sementara empat korban selamat lainnya mengalami luka-luka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow