Polrestabes Medan Tetapkan Tersangka Ledakan Rumah di Grand Polonia

Smallest Font
Largest Font

Aparat Polrestabes Medan resmi menetapkan tersangka dalam kasus ledakan rumah mewah di Perumahan Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Rabu (19/8/2026). Peristiwa yang dipicu kebocoran pipa gas tanam itu merusak bangunan bertingkat tiga dan menewaskan tiga orang.

Peningkatan status perkara ke tahap penyidikan dilakukan setelah kepolisian melangsungkan gelar perkara khusus bersama jajaran Polda Sumatera Utara. Tim gabungan yang terdiri dari Inafis, Laboratorium Forensik, Ditreskrimum, Irwasda, hingga Propam Polda Sumut turut diterjunkan dalam penanganan kasus ini.

Kepolisian menetapkan status hukum tersebut usai melakukan koordinasi intensif bersama jajaran Polda Sumatera Utara.

"Yang jelas, sudah ada tersangka yang kita tetapkan," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.

Pihak kepolisian telah menaikkan penanganan perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara bersama.

"Kasus ini sudah naik sidik. Kita telah melakukan gelar perkara khusus yang dihadiri oleh Polda," jelas Jean Calvijn Simanjuntak.

Penjelasan lebih detail mengenai kronologi serta identitas pihak yang ditangkap bakal dibeberkan secara terbuka kepada publik.

"Nanti kita akan sampaikan Minggu depan," pungkas Jean Calvijn Simanjuntak.

Pihak kepolisian juga sempat memberikan keterangan mengenai jadwal pengumuman tersangka saat ditemui di gedung wakil rakyat daerah.

"Minggu depan akan kita sampaikan ya," ucap Jean Calvijn Simanjuntak.

Proses penyidikan diawali dengan pemeriksaan terhadap puluhan saksi yang mencakup pihak perumahan, warga sekitar, pekerja bangunan, hingga jajaran PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

"Sampai dengan saat ini ada sekurang-kurangnya 36 saksi yang sudah kita ambil keterangan," kata Jean Calvijn Simanjuntak.

Jumlah saksi yang dimintai keterangan berpotensi terus bertambah seiring pemeriksaan lanjutan di lapangan.

"Jadi sampai saat ini ada 36 saksi. Ya mungkin bertambah," sambung Jean Calvijn Simanjuntak.

Petugas gabungan sempat menggali tanah di bawah fondasi bangunan selama beberapa hari untuk memastikan titik kebocoran gas metana.

"Kami memastikan titik kebocoran. Kami gali di bagian bawahnya lebih kurang 3 sampai 4 hari. Di situ yang membutuhkan proses yang agak lama," ucap Jean Calvijn Simanjuntak.

Penggalian dilakukan secara ekstra hati-hati guna menghindari runtuhnya sisa struktur bangunan yang rusak berat.

"Kami sangat berhati-hati dengan cara menggali dengan melibatkan ahli konstruksi bangunan dengan tukang yang profesional untuk mengantisipasi supaya tidak ada ambruk lanjutan," tambah Jean Calvijn Simanjuntak.

Kepolisian berkomitmen mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara mendalam, mulai dari sebelum hingga setelah ledakan terjadi.

"Mudah-mudahan tidak lama lagi kami akan menyampaikan proses secara utuh. Tidak hanya titiknya, tetapi bagaimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi, dan setelah ledakan," tandas Jean Calvijn Simanjuntak.

Penyidik Satreskrim Polrestabes Medan mengonfirmasi penetapan tersangka tersebut dan menyatakan rincian perkara akan disampaikan oleh pimpinan.

"Benar sudah ada tersangka," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis.

Kepolisian belum membeberkan konstruksi hukum secara terperinci sebelum konferensi pers resmi digelar.

"Nanti kita rilis. Nanti pimpinan yang akan langsung menyampaikan," papar Adrian Risky Lubis.

Di sisi lain, manajemen PGN Medan menyatakan siap bersikap kooperatif dan menunggu hasil resmi penyidikan dari kepolisian.

"Kami hormati dan masih menunggu hasil investigasi pihak kepolisian untuk melakukan langkah lanjutan. Terima kasih atas informasinya," kata Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan.

Insiden ledakan hebat di rumah nomor 3B tersebut terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Selain merobohkan bangunan utama, reruntuhan merusak rumah sekitarnya dan menimpa tujuh mobil. Tiga korban tewas adalah Jesika (istri pemilik rumah), Ros (asisten rumah tangga), dan Sinta (baby sitter), sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed