Polres Jakarta Pusat Selidiki Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

Smallest Font
Largest Font

Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki dugaan penculikan terhadap atlet golf putri, Jesslyn Wijaya Lay, di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026). Korban diduga disergap oleh sekelompok pria bertubuh besar saat menghadiri acara ulang tahun neneknya sekitar pukul 19.45 WIB.

Kasus perampasan kemerdekaan putri pengusaha Ponty Wijaya ini dilaporkan dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA menggunakan Pasal 450 dan/atau Pasal 446 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, hingga mendatangi apartemen korban di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan adanya laporan resmi tersebut dan menyatakan jajarannya sedang bergerak melakukan penelusuran fakta di lapangan.

"Betul ada laporannya di Polres Jakpus. Sampai dengan saat ini msh kita lakukan penyelidikan untuk mencari faktanya," kata AKBP Roby Heri Saputra, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban menjelaskan bahwa peristiwa terjadi ketika mata korban mendadak ditutup dan tubuhnya dibopong ke mobil hitam oleh pria bertubuh besar tepat saat lagu ulang tahun akan diputar.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," ujar Andi Darti, Kuasa Hukum Keluarga.

Andi menambahkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar lima orang di lokasi kejadian, lalu ponsel milik korban langsung tidak dapat diakses sama sekali oleh pihak keluarga.

"Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung," kata Andi Darti, Kuasa Hukum Keluarga.

Pihak keluarga menaruh harapan serta kepercayaan penuh pada profesionalitas kepolisian, meskipun kendala teknis sempat dihadapi akibat rusaknya kamera CCTV di lokasi restoran.

"Kami berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel," ujar Andi Darti, Kuasa Hukum Keluarga.

Kerabat korban juga mendesak agar aparat penegak hukum segera meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan demi keselamatan jiwa korban mengingat bukti permulaan awal dinilai sudah sangat jelas.

"Apabila telah diperoleh bukti permulaan yang cukup sebagaimana diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku, kami berharap penanganan perkara dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan sehingga seluruh fakta dapat diungkap secara tuntas," kata Andi Darti, Kuasa Hukum Keluarga.

Di sisi lain, pelacakan digital mendeteksi ponsel korban sempat memancar di Puri Jimbaran, meski ada indikasi perjalanan ke Malaysia via Semarang pada 14 Juli 2026. Kasus ini turut mendapat sorotan dari Partai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo).

"Ini berbahaya jika negara tidak bisa melindungi warganya. Apalagi diculik di tempat umum, kemudian dibawa kabur ke luar negeri. Kredibilitas Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dipertaruhkan. Ini pekerjaan mafia yang mau merusak reputasi pemerintahan Prabowo," ujar Jusuf Rizal, Ketua Umum Parsindo.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed