Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Debt Collector Gesek Nomor Rangka Mobil
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat menyelidiki aksi dua pria diduga penagih utang yang menggesek nomor rangka mobil terparkir di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi yang terekam kamera pengawas dan viral di media sosial tersebut menunjukkan salah seorang pria masuk ke kolong kendaraan target, sementara rekannya bertugas mengamankan situasi di sekitar area parkir. Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Noor Maghantara mengonfirmasi bahwa kedua orang tersebut merupakan tim penagih utang independen yang mengincar kendaraan menunggak cicilan.
"Dia debt collector ini sebenarnya. Dia nyari mobil yang sudah lama enggak dibayar, yang lewat 3 bulan gitu," ujar AKBP Noor Maghantara, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian mengimbau publik untuk tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan hukum sepenuhnya kepada aparat berwenang. "Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat tengah menganalisis video yang beredar untuk mengetahui aktivitas dua orang di kolong kendaraan serta memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana," kata Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Kepolisian juga meminta masyarakat menghindari bentrokan fisik jika mendapati kegiatan serupa di ruang publik. "Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari konfrontasi langsung apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Jika memungkinkan, dokumentasikan kejadian dan segera laporkan melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat," ujar Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Langkah pencegahan juga terus dilakukan kepolisian untuk menjaga ketertiban masyarakat di lokasi-lokasi keramaian. "Polda Metro Jaya terus meningkatkan patroli dan edukasi kamtibmas sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai modus kejahatan," ucap Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan ikut bertanggung jawab atas kenyamanan wilayah meski kawasan kompleks olahraga tersebut dikelola pemerintah pusat.
"Saya sudah meminta untuk ini didalami apa motif utama, apa keinginannya," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pemprov DKI mengandalkan fasilitas pemantauan digital yang terpasang di area tersebut untuk membantu proses identifikasi. "Kalau memang ini berniat tidak baik, tentunya karena kemarin semuanya yang tidak disadari adalah siapapun yang melakukan itu sudah terekam secara lengkap dalam CCTV yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta," lanjut Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta. Pramono menegaskan koordinasi penanganan wilayah tetap berjalan lantaran peristiwa berlangsung di area Jakarta.
"Kebetulan di GBK itu sebenarnya kewenangannya sepenuhnya adalah manajemen yang diatur oleh pemerintah pusat. Tetapi bagaimanapun karena terjadi di Jakarta, kami juga bertanggung jawab untuk itu," ucap Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pernyataan senada disampaikan Pramono saat ditemui dalam agenda terpisah di kawasan Menteng. “Kalau mengenai mobil yang di GBK, kebetulan di GBK itu sebenarnya kewenangannya sepenuhnya adalah manajemen yang diatur oleh pemerintah pusat,” kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono menegaskan pengusutan motif menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. “Tetapi bagaimanapun, karena terjadi di Jakarta, kami juga bertanggung jawab untuk itu. Saya sudah meminta untuk ini didalami, apa motif utamanya, apa keinginannya,” lanjut Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Ia menambahkan bukti rekaman kamera pemantau sudah disiapkan jika ditemukan indikasi pelanggaran pidana. “Karena kemarin semuanya yang tidak disadari adalah siapa pun yang melakukan itu sudah terekam secara rangkap dalam CCTV yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta, dan itu nanti akan menjadi alat bukti kalau kemudian mereka melakukan tindakan yang tidak baik,” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta. Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno memastikan telah melakukan penelusuran internal guna menjaga keamanan fasilitas publik.
“GBK tidak mengetahui secara langsung, tetapi segera melakukan investigasi internal secara menyeluruh atas laporan yang masuk,” kata Hadi Sulistia, Direktur Umum PPK GBK.
Manajemen GBK menjalin komunikasi aktif dengan kepolisian sektor setempat untuk memastikan ketertiban kawasan. “GBK sedang berkoordinasi dengan Polsek Tanah Abang untuk memastikan tidak ada pelanggaran pidana, sekaligus memastikan bahwa ruang publik ini tetap aman dan nyaman serta memberikan kemanfaatan kepada masyarakat secara luas,” ujar Hadi Sulistia, Direktur Umum PPK GBK. Hadi menambahkan area GBK tetap terbuka bagi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan otomotif sesuai ketentuan legal.
“Meskipun tidak didedikasikan khusus untuk kegiatan otomotif, publik dapat memanfaatkan GBK untuk melakukan kegiatan komunitas, ekshibisi, hingga transaksi jual beli produk otomotif sepanjang sesuai hukum dan regulasi,” kata Hadi Sulistia, Direktur Umum PPK GBK.
Sorotan terhadap peristiwa ini juga datang dari legislatif yang membidangi sektor keuangan. "Kewajiban-kewajiban para penyicil, para pemilik, para penunggak kredit ini, kan, harus dijalankan," kata Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.
Misbakhun mengingatkan debitur agar memperhatikan rekam jejak finansial mereka di lembaga pembiayaan. "Tentunya (nantinya para debitur) akan sulit mendapat pinjaman yang lain di sektor keuangan," kata Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.
Saat ditanya mengenai legalitas tindakan penagih utang tersebut di lapangan, Misbakhun tidak memberikan jawaban spesifik. "Ya sudah, lah. Biar, kita, itu," ungkap Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI. Akun Threads dr.bebby_linn yang mengunggah peristiwa tersebut menyertakan imbauan kewaspadaan kepada pengunjung kompleks olahraga.
“Buat kalian yang suka ke GBK hati-hati ya gaes, barusan aku lihat pas masuk mobil habis jogging. @infogbk tolong perhatikan keamanan warga #wargajagawarga,” tulis akun Threads @dr.bebby_linn.
Hingga saat ini, pihak PPK GBK mengonfirmasi belum ada laporan resmi dari pemilik kendaraan maupun pengunjung yang merasa dirugikan terkait insiden tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow