Petrokimia Gresik Genjot Hasil Panen Cabai Rawit di Jawa Timur
PT Petrokimia Gresik meningkatkan hasil panen cabai rawit sebesar 13 hingga 15 persen di Jawa Timur melalui program Pestani Rawit Groo Festival yang diikuti 270 petani pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Peningkatan produktivitas berbasis teknologi dan pemupukan berimbang di lahan demplot tersebut berhasil mendongkrak hasil panen dari sebelumnya 10 ton menjadi 11,5 ton per hektare. Program ini melibatkan petani yang tersebar di wilayah Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, dan Probolinggo.
Sektor pertanian cabai rawit di Jawa Timur memegang peranan krusial karena menyumbang lebih dari 35 persen pasokan nasional dengan total produksi menembus 600 ribu ton. Penguatan kapasitas budidaya menjadi langkah strategis demi menjaga kestabilan pasokan pangan.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, memaparkan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap optimalisasi hasil usaha tani.
"Kami ingin mendorong petani cabai rawit di Jawa Timur untuk terus meningkatkan hasil panen melalui pemupukan berimbang, pemanfaatan teknologi, dan praktik budidaya yang tepat, sehingga hasil panen semakin baik dan usaha tani semakin menguntungkan. Komitmen ini kami wujudkan melalui Pestani Rawit Groo Festival," ujar Adityo Wibowo, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik.
Pestani Rawit Groo Festival juga menyelenggarakan kompetisi Groo Field Creation yang menilai bobot panen serta dokumentasi budidaya peserta. Selain itu, program Groo Plant Creator dan Groo Plant Partner turut merangkul 270 pegiat urban farming dari 27 provinsi beserta 54 influencer dan penyuluh lapangan.
Secara keseluruhan, rangkaian acara ini melibatkan total 540 peserta dari berbagai daerah guna memperluas edukasi tata kelola pertanian modern.
"Kompetisi ini tidak hanya mencari petani dengan hasil panen terbaik, tetapi juga mendorong peserta untuk belajar dan membuktikan langsung penerapan budidaya yang lebih terarah di lahan masing-masing. Kami berharap praktik budidaya yang mampu memberikan hasil optimal ini dapat diduplikasi oleh petani lain di Jawa Timur, sehingga manfaat program semakin luas," ujar Adityo Wibowo, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik.
Petrokimia Gresik turut mengenalkan aplikasi AgrooFertile berbasis kecerdasan buatan (AI) serta Buku Kesuburan Tanah untuk membantu pengambilan keputusan petani di lapangan.
"Kami ingin teknologi hadir bukan sekadar sebagai alat, tetapi menjadi solusi yang benar-benar membantu petani mengambil keputusan, mengelola lahannya dengan lebih baik, dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi," ujar Adityo Wibowo, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik.
Apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi ini turut disampaikan oleh pemerintah daerah setempat yang memandang penting keberlanjutan pasokan komoditas hortikultura.
"Saya berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaga ketahanan pangan. Melalui program ini kita bisa menjaga produktivitas dan kualitas cabai rawit," ujar Pudjiati Ningsih, Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.
Manfaat dari bimbingan teknis serta penggunaan paket pemupukan ini turut dirasakan langsung oleh para peserta di kawasan sentra produksi.
"Pengaplikasian pupuknya saya mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh Petrokimia Gresik. Hasilnya sangat optimal, saya dan teman-teman petani antusias sekali mengikuti program ini," ujar Sumarno, Anggota Kelompok Tani Tresno Tani Gembongan Blitar.
Program Pestani secara umum telah menjangkau 782 petani di 14 kabupaten hingga Juni 2026. Pendampingan lapangan tersebut mencakup berbagai komoditas unggulan lain seperti semangka di wilayah Tapal Kuda, melon di Pantura, dan bawang merah.
"Pestani kami hadirkan untuk mendampingi petani dari lahan, bukan hanya dari ruang diskusi, karena kami percaya produktivitas harus dibuktikan melalui praktik nyata. Ketika pengetahuan, teknologi, dan semangat petani bertemu di satu lahan, kami yakin akan lahir pertanian Jawa Timur yang semakin produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Adityo Wibowo, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow