Pertamina Kembangkan Desa Energi Berdikari di 262 Lokasi Indonesia
PT Pertamina (Persero) mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemanfaatan energi terbarukan. Langkah pemanfaatan energi bersih tersebut berhasil membuka akses ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia, seperti dilansir dari Detik Finance.
Hingga Mei 2026, Pertamina mencatatkan pengembangan Program Desa Energi Berdikari (DEB) di 262 desa. Inisiatif ini disokong oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas lebih dari 1,3 juta watt-peak (Wp), biometana dan biogas sebanyak 959 ribu meter kubik per tahun, serta pembangkit mikrohidro setinggi 52,5 ribu watt.
Kehadiran sistem irigasi berbasis energi terbarukan mengubah kondisi pertanian di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. Kelompok tani setempat kini tidak lagi mengalami ketakutan akan keterbatasan air saat musim kemarau tiba.
Sistem irigasi tersebut mampu mengaliri lahan pertanian seluas 103 hektare. Hasilnya, produktivitas panen padi melesat dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare, dengan pengeluaran listrik yang lebih efisien serta nilai ekonomi mencapai sekitar Rp476 juta saban tahun.
Melalui DEB Umat Palak Lestari, Pertamina membangun Bale Melajah untuk pusat edukasi, menggalakkan pupuk organik, dan menguatkan irigasi Subak. Kawasan ini juga menjadi tempat eduwisata dan ekowisata yang mendatangkan 72 ribu wisatawan serta memberikan pendapatan tambahan Rp64 juta per tahun.
Program ini menyasar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, mengungkapkan dampak positif yang dialaminya secara langsung.
"Sejak kehadiran program TJSL Pertamina pada 2021 hingga sekarang, berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar," ujar I Wayan Sukadana.
Pemanfaatan energi bersih juga dirasakan petani di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Penggunaan PLTS dan energi panas bumi diterapkan pada greenhouse hidroponik melon yang menggunakan sistem pengontrol suhu.
Teknologi tersebut memicu kenaikan hasil panen melon hingga 1,5 ton setiap kali panen. Angka kegagalan panen menipis dari 20 persen menjadi 5 persen, dengan capaian pendapatan petani mencapai Rp40 juta per panen.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa perancangan transisi energi pada program DEB ditujukan untuk menghadirkan nilai tambah bagi kehidupan warga setempat.
"Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina menghadirkan energi bersih yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Energi yang tersedia membantu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa," ujar Muhammad Baron.
Secara keseluruhan, program DEB Pertamina telah dirasakan oleh lebih dari 283 ribu penerima manfaat. Sepanjang tahun 2025, program ini telah menyumbang kenaikan produksi pangan hingga 21.357 ton per tahun.
Selain memberikan efek berganda bagi sektor ekonomi dan UMKM desa, program ini menyumbang pengurangan emisi gas rumah kaca melebihi satu juta ton CO₂eq per tahun. Langkah ini sejalan dengan target Net Zero Emission Indonesia 2060.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow