AchmadNurHidayat.ID — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merancang revitalisasi sejumlah kawasan ekonomi lama sebagai langkah memperkuat posisi kota dalam peringkat global. Blok M, Pasar Baru, Kota Tua, Glodok, dan Tanah Abang menjadi fokus pengembangan sebagai simpul ekonomi urban yang menggabungkan perdagangan, pariwisata, dan ruang publik kreatif.
Gubernur Pramono Anung Wibowo menyatakan, selain infrastruktur besar, Jakarta perlu menghidupkan kembali kawasan bersejarah dan bernilai ekonomi yang terkoneksi transportasi publik. Menurutnya, kawasan lama yang diperkuat aksesnya dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi kota.
Blok M Mulai Bangkit
Pramono menyebut Blok M sebagai contoh kawasan yang mulai bergerak kembali. Kawasan di Jakarta Selatan itu, yang sempat meredup, kini kembali ramai sebagai destinasi kuliner, ruang bagi anak muda, dan pusat kegiatan UMKM.
Enggartiasto Lukita mengatakan kebangkitan Blok M menunjukkan kawasan lama dapat hidup kembali jika dikelola dengan pendekatan tepat. “Saat ini, tidak hanya warga Jakarta saja, tetapi juga orang Bekasi, orang Depok, orang Tangerang, mereka bisa berwisata ke Blok M, sehingga kawasan itu bangkit menjadi tujuan wisata dan menggerakkan UMKM,” ujarnya.
Akses Transportasi Jadi Kunci
Menurut Pramono, keberhasilan Blok M tak lepas dari kemudahan akses transportasi. Pola serupa akan diterapkan pada Pasar Baru, Glodok-Pecinan, dan Kota Tua untuk memperkuat potensi ekonomi dan pariwisata kawasan tersebut.
Pramono memaparkan visi pengembangan Pasar Baru yang dapat dibuka untuk aktivitas kuliner, perdagangan, dan wisata jalan kaki. “Saya membayangkan Pasar Baru itu akan menjadi seperti Myeongdong. Nanti sepanjang jalan kita buka untuk resto, kita permudah akses ke sana,” kata Pramono.
Segmentasi Kawasan
Pemprov menargetkan penataan dengan segmentasi yang berbeda antar kawasan. Kota Tua diarahkan sebagai area heritage dengan segmen middle up, sementara Pasar Baru melayani segmen menengah hingga menengah bawah, dan Blok M dipertahankan seperti kondisi saat ini.
“Kota Tua nanti akan menjadi benar-benar yang middle up, karena memang tempatnya adalah heritage. Sedangkan di Pasar Baru, middle. Mungkin middle low. Di Blok M tetap seperti sekarang,” ujar Pramono.
Penataan Tanah Abang
Pemprov juga menyiapkan penataan Tanah Abang untuk mengembalikan posisi sebagai pusat grosir terbesar di Asia Tenggara. Rencana itu meliputi integrasi pola belanja langsung dan penjualan digital guna menghindari gesekan antara pedagang konvensional dan penjual daring.
Ringkasan diskusi menyebutkan pihak pemerintah sedang merancang peta jalan penataan Tanah Abang dengan pendekatan yang memastikan keadilan antara sistem belanja konvensional dan digital.
Ruang Publik dan Pemanfaatan Kolong Flyover
Pemprov mendorong pemanfaatan ruang kota yang kurang produktif, termasuk kolong flyover. Di beberapa lokasi seperti Jakarta Timur dan Kampung Melayu, kolong flyover direncanakan difungsikan menjadi sasana tinju, area skateboard, taman, dan dinding mural.
Taman Puring juga dipersiapkan menjadi taman bermain ramah difabel, bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang bermanfaat langsung bagi warga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Target Peringkat Kota Global
Revitalisasi kawasan lama terkait dengan target Jakarta masuk 50 besar kota global. Pramono mencatat dalam 10 bulan peringkat Jakarta naik dari 74 menjadi 71 dari 156 kota global dan menargetkan menembus 50 besar pada 2030 serta 20 besar pada 2045.
Pramono menegaskan, selain infrastruktur, kota global membutuhkan ruang publik hidup, kegiatan ekonomi inklusif, transportasi terintegrasi, dan keberagaman aktivitas budaya. “Kalau dikerjakan dengan serius, sungguh-sungguh, dan kemudian konsisten, sebenarnya perbaikan itu bisa dilakukan,” ujarnya.
Event Besar dan Konektivitas
Pemprov membuka koridor ruang publik untuk berbagai kegiatan budaya, olahraga, dan keagamaan. Penyelenggaraan event besar dinilai memberi dampak ekonomi, dengan contoh tercatatnya multiplier effect dari pelaksanaan beberapa even besar.
Untuk mendukung konektivitas, pemerintah juga menyiapkan interkoneksi antarpusat kegiatan, seperti koridor bawah tanah di Bundaran HI yang menghubungkan hotel dan pusat kegiatan menuju MRT, serta pedestrian deck di Dukuh Atas yang mengintegrasikan enam moda transportasi.
Konektivitas serupa rencananya diterapkan pada pusat belanja yang berdekatan, termasuk Plaza Senayan dan Senayan City, untuk mengurangi hambatan mobilitas dan memperkuat daya tarik kota.
Tujuan Akhir Revitalisasi
Strategi revitalisasi tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi instrumen ekonomi. Kawasan yang ditata diharapkan menjadi ruang pertumbuhan bagi UMKM, perdagangan, kuliner, wisata, dan ekonomi kreatif.
Pramono menegaskan Jakarta harus terbuka, kompetitif, dan nyaman bagi semua pihak. “Jakarta terbuka bagi siapa saja. Dengan kompetisi, kerja keras, dan sungguh-sungguh, orang mempunyai kesempatan untuk membangun dirinya dan sekaligus juga membangun Jakarta,” tutupnya.
Ikuti AchmadNurHidayat.ID
